KPK Harap Pelaku Teror Novel Diungkap Sebelum Peringatan 1.000 Hari

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 00:29 WIB
Novel Baswedan (Foto: Ari Saputra-detikcom)
Novel Baswedan (Foto: Ari Saputra-detikcom)
Jakarta - KPK berharap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan segera terungkap sebelum peringatan 1.000 hari penyerangan Novel. KPK menilai pengusutan kasus Novel ini sudah terlalu lama.

"KPK menunggu pelaku penyerangan itu ditemukan, pelaku penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Karena waktunya juga sudah terlalu lama. sekitar 27 hari lagi maka genap 1.000 hari sejak Novel diserang. Maka tentu diharapkan tidak perlu sampai 1.000 hari untuk menemukan pelaku penyerangan lapangan itu," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019).



Febri berharap para pelaku dalam penyiraman air keras itu bisa ditangkap, baik pelaku lapangan ataupun aktor intelektualnya. Febri menilai pengungkapan kasus Novel penting untuk menjamin adanya perlindungan keamanan bagi pimpinan dan pegawai KPK ataupun aktivis antikorupsi.

"Karena kita tidak ingin penegak hukum itu diteror dan diserang apalagi terkait dengan pelaksanaan tugasnya. Kita tahu bukannya Novel yang diserang tapi rumah dua pimpinan KPK juga diteror dengan bom pada saat itu, baik bom molotov ataupun benda berbentuk mirip bom di rumah Ketua KPK. Dan kita juga tahu risiko-risiko ini juga bisa saja terjadi pada pegawai KPK yang lain atau polisi atau jaksa yang menangani kasus korupsi atau bahkan jurnalis dan masyarakat sipil yang konsen terhadap korupsi," ujarnya.



KPK Turut Senang Ada Temuan Baru Kasus Novel Baswedan:


Selanjutnya
Halaman
1 2