Round-Up

Kapur Barus Hingga Pengasapan, Warga Citayam Memburu Kobra Meresahkan

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 22:07 WIB
Foto: Anak ular kobra yang ditemukan di Perumahan Royal Citayam Residence. (Sachril-detikcom)
Foto: Anak ular kobra yang ditemukan di Perumahan Royal Citayam Residence. (Sachril-detikcom)
Jakarta - Total sudah 33 anak kobra yang ditemukan berkeliaran di Perumahan Royal Citayam Residence, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Berbagai cara dilakukan untuk mengatasi teror kobra itu, mulai dari kapur barus hingga akan ada fogging atau pengasapan.

Hari ini, Selasa (10/12/2019), ada satu lagi anak kobra yang ditemukan di Royal Citayam Residence sehingga totalnya sudah 33 ekor. Meski begitu, induk kobra belum juga ditemukan.

"Induknya masih belum (ketemu)," kata warga Perumahan Royal Citayam Residence, Hari Cahyo, ketika dihubungi, Selasa (10/12).

Hari mengatakan pihaknya pun telah melaporkan teror ular kobra ini ke pemerintah desa. Namun, kata dia, hingga kini belum ada bantuan datang dari desa.

"Penanganan masih dari warga sendiri. Semua kegiatan, semua finansial dari warga semua. Belum ada bantuan dari tingkat kabupaten atau desa," ujarnya.


Saat dikonfirmasi apakah akan memberikan bantuan, Camat Bojonggede Dace Hatomi justru mempertanyakan bantuan apa yang harus diberikan. Kecamatan Bojonggede tampaknya belum akan turun tangan menangani teror kobra itu.

"Bantuan apa ya? Ini kan bukan bencana, bukan kerusakan itu. Ya kan bukan bencana seperti rumah rusak. Kalau longsor, ada bantuan," kata Dace Hatomi.

Dace menjelaskan dinas pemadam kebakaran adalah pihak yang tepat untuk memberikan bantuan kepada warga. Pemerintah setempat, dalam hal ini desa atau kecamatan, hanya membantu mencarikan orang yang bisa untuk menemukan ular kobra tersebut.

Kapur Barus Hingga Pengasapan, Warga Citayam Memburu Kobra MeresahkanFoto: Anak kobra yang ditemukan di Citayam. (Sachril Agustin Berutu/detikcom).

Dia menjelaskan pemerintah setempat hanya melakukan monitoring dan pencegahan. Selain itu, kata Dace, pihak kecamatan atau desa tidak memiliki orang ahli untuk menangani ular kobra.

"Kalau itu kan seperti sarang lebah. Itu kan kasusnya (ular kobra) hampir sama kayak gitu. Ada korban, kita beri bantuan. Ini kan nggak ada korban, gitu," ujar dia.

Induk kobra yang meneror warga Perumahan Royal Citayam Residdence sendiri belum berhasil ditemukan baik oleh warga, maupun oleh para relawan yang membantu menangkap ular. Induk kobra disebut memiliki insting yang tajam.

"Iya sulit, induk kesulitan, karena insting mereka sudah pintar atau tajam daripada anakan. Kenapa anaknya yang ketemu? Karena mereka belum pintar, instingnya masih tipis," kata Ketua Komunitas Reptil Action, Rizki Maulana.
Selanjutnya
Halaman
1 2