Peringati Hari HAM di Muara Angke, Anies Bicara soal Hak Tempat Tinggal

Rizal Bahari - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 18:44 WIB
Anies Baswedan (Rizal Bahari/detikcom)
Anies Baswedan (Rizal Bahari/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri peringatan Hari HAM di Muara Angke, Jakarta Utara. Dia berbicara tantangan di kota yang dia pimpin di peringatan HAM 2019. Anies menyebut tantangan di DKI Jakarta adalah soal permukiman.

"Beberapa waktu yang lalu teman-teman menceritakan rencana menyelenggarakan peringatan HAM kaitannya dengan kesetaraan kesempatan untuk permukiman dan ini memang salah satu hak dasar, hak paling asasi adalah mendapatkan tempat tinggal yang layak. Insyaallah ini adalah ikhtiar yang kita tuntaskan sama-sama," kata Anies di Lapangan Krapu, Jalan Kerapu, Muara Angke, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Selasa, (10/12/2019).


Anies mengaku sering berbicara soal masalah permukiman di DKI Jakarta. Menurut Anies, orang yang tak punya rumah di Jakarta bukan karena memang menginginkannya, tapi karena terpaksa.

"Saya berkali-kali menyampaikan salah satu tantangan terbesar di Jakarta adalah masalah permukiman karena menurut catatan separuh penduduk Jakarta bukanlah pemilik rumah. Itu separuh. Dan yang tidak memiliki rumah itu biasanya bukan karena pilihan, tapi karena keterpaksaan. Karena itulah, kita ingin melakukan pekerjaan ini secara sistemik, karena itulah kita bekerja dengan cara kerja sama, kolaborasi," sebut Anies.

Anies setuju dengan anggapan pemerintah tidak boleh merasa paling tahu. Menurutnya, suara warga juga harus didengarkan.

"Persis disampaikan tadi bahwa pemerintah itu jangan merasa paling tahu apa solusi masalah di lapangan. Sering kali justru masyarakat lebih tahu apa yang tepat untuk lingkungannya. Nah, bagian pemerintah, yang dimiliki pemerintah itu dua. Satu wewenang, tanda tangan tuh, wewenang, yang kedua punya anggaran. Nah, masyarakat memiliki apa? Masyarakat punya pengetahuan tentang masalahnya karena hidup di kawasan yang berma...? Lalu masyarakat punya ide kreatif. Yang dimiliki pemerintah sering kali solusi-solusi yang aplikatif yang sesuai dengan kondisi di lapangan," ucap Anies.


Anies menyebut sudah ada 21 kawasan yang akan menjadi model awal terkait masalah permukiman ini. Dia berharap apa yang dilakukan di Jakarta nantinya bisa jadi acuan wilayah lain di Indonesia.

"Jadi kita alhamdulillah ada 21 kawasan di Jakarta yang menjadi model awal. Kita menerapkan ini dengan cara yang benar, dengan proses yang benar, supaya nantinya bisa digunakan di seluruh tempat di Jakarta dan mudah-mudahan bisa jadi contoh di seluruh Indonesia. Karena itu kita jalankan," sebut Anies.

"Konsekuensinya sering kali pada kecepatan karena ketaatan pada seluruh ketentuan mengharuskan proses yang benar dan baik. Insyaallah kita terus jaga sampai tuntas beberapa insyaallah tahun 2020 besok mulai eksekusi, insyaallah udah jadi nantinya makanya diumumkan kemudian, tapi kita berharap agar proses ini cepat tuntas. PR-nya masih banyak tapi 1 hal pasti, komitmen kita tidak bergeser. Komitmen kita terus bekerja bersama menuntaskan program ini," jelas Anies. (gbr/imk)