Bowo Sidik Tak Ajukan Banding Vonis Kasus Suap-Gratifikasi

Faiq Hidayat - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 18:41 WIB
Bowo Sidik (Ari Saputra/detikcom)
Bowo Sidik (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Mantan anggota DPR, Bowo Sidik Pangarso, memutuskan tidak mengajukan permohonan banding vonis kasus suap dan gratifikasi yang menjeratnya. Bowo Sidik divonis 5 tahun penjara di kasus tersebut.

"Klien kami (Bowo Sidik) memutuskan untuk tidak banding. Sesuai hasil rapat keluarga," kata pengacara Bowo Sidik, Sahala Panjaitan kepada detikcom, Selasa (10/12/2019).


Bowo Sidik terbukti bersalah menerima suap dan gratifikasi. Majelis hakim pun menjatuhkan hukuman 5 tahun dan denda Rp 250 juta subsider 4 bulan kurungan kepada eks politikus Golkar itu.

Eks anggota DPR itu menerima suap USD 163.733 dan Rp 311 juta (bila dikurskan dan dijumlah sekitar Rp 2,6 miliar lebih) dalam kasus suap distribusi pupuk menggunakan kapal. Suap itu diterima dari Asty Winasty sebagai General Manager Komersial atau Chief Commercial Officer PT Humpus Transportasi Kimia (HTK) dan Taufik Agustono sebagai Direktur Utama PT HTK. Pemberian suap itu diterima Bowo melalui orang kepercayaannya bernama M Indung Andriani K.


Bowo juga menerima Rp 300 juta dari Lamidi Jimat selaku Direktur Utama PT AIS. Uang tersebut agar Bowo membantu menagih pembayar utang. PT AIS memiliki piutang Rp 2 miliar dari PT Djakarta Lloyd berupa pekerjaan jasa angkutan dan pengadaan bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu, Bowo Sidik menerima gratifikasi SGD 700 ribu dan Rp 600 juta (sekitar Rp 7,7 miliar). Penerimaan gratifikasi tersebut berkaitan pengurusan anggaran di DPR hingga Munas Partai Golkar.

Simak Video "Dituntut 7 Tahun Penjara, Bowo Sidik: Tidak Fair!"

[Gambas:Video 20detik]

(fai/elz)