Jokowi Bicara Hukum Mati Koruptor, Setara Sindir Grasi Annas Maamun

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 16:27 WIB
Foto: Direktur Eksekutif Setara Institute Ismail Hasani (Nur Azizah-detikcom)

Kembali ke soal hukuman mati, Ismail menyebut dunia internasional sudah mendorong penghapusan hukuman mati karena dinilai tidak sejalan dengan menurunnya tingkat kejahatan. Menurut Ismail, yang terpenting adalah melakukan reformasi peradilan.

"Kalau hemat saya, yang paling penting adalah reformasi sektor peradilannya. Itu yang harus diperbaiki. Bukan obral praktik hukuman mati dan menerapkan hukuman mati secara membabi buta. Problemnya di situ," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi ditanya soal mengapa koruptor tak diberi hukuman mati. Dia kemudian menjelaskan kalau hukuman mati bisa diterapkan kepada para koruptor sesuai dengan UU yang berlaku.



Dia kemudian menyampaikan pemerintah bisa saja mengajukan usulan revisi undang-undang yang mengatur hukum mati bagi koruptor. Namun Jokowi menyampaikan ada syaratnya.

"Ya bisa saja kalau jadi kehendak masyarakat," kata Jokowi di SMKN 57, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (9/12).

"Itu yang pertama kehendak masyarakat. Kalau masyarakat berkehendak seperti itu dalam rancangan UU pidana, tipikor itu dimasukkan, tapi sekali lagi juga termasuk yang ada di legislatif," imbuh Jokowi.
Halaman

(azr/haf)