Peringati Hari HAM Internasional, Mahasiswa-Buruh Demo di Depan Istana

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 15:39 WIB
Mahasiswa dan buruh berdemo di depan Istana Negara. (Farih Maulana Sidik/detikcom)
Mahasiswa dan buruh berdemo di depan Istana Negara. (Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta - Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus menggelar aksi demonstrasi menuju depan Istana Negara. Aksi tersebut dalam rangka memperingati Hari HAM Internasional.

Pantauan detikcom, di depan Istana, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019), mahasiswa berjalan kaki dari arah Patung Kuda. Massa aksi mahasiswa yang bergabung dengan massa buruh mayoritas berbaju merah.


Tampak massa aksi membawa poster bertulisan "Manusia Tanpa Kemanusiaan, Menuntut Pemerintah Menyelesaikan Berbagai Pelanggaran HAM dan Berhenti Melanggar Nilai-nilai Kemanusiaan". Massa Aksi juga terlihat membawa sejumlah bendera dari aliansi buruh Kasbi.

Adanya aksi massa membuat Jalan Medan Merdeka Barat menuju Harmoni ditutup. Namun TransJakarta masih tetap bisa melintas di busway.

Demo untuk memperingati Hari HAM InternasionalDemo untuk memperingati Hari HAM Internasional. (Farih Maulana Sidik/detikcom)


Sejumlah kendaraan dari arah Bundaran HI menuju Harmoni dapat melintas menggunakan jalur TransJakarta. Sementara Jalan Medan Merdeka Barat dari arah Harmoni ke Bundaran HI tetap bisa dilalui kendaraan.

Terlihat sejumlah aparat kepolisian mengamankan aksi mahasiswa dan buruh kali ini. Aparat tampak membuat barikade untuk menghadapi massa aksi yang hendak mendekat ke Istana.

Ketua BEM UI Manik Marganamahendra mengatakan dalam aksi ini mahasiswa masih membawa isu #ReformasiDikorupsi. Manik mengungkit soal penuntasan pelanggaran HAM berat masa lalu hingga penanganan represif saat demo menolak revisi UU KPK beberapa waktu lalu.

"Kita masih bawa isu yang kemaren #ReformasiDikorupsi. Ditambah kami juga memperingati Hari HAM Internasional, BEM UI sendiri menuntut pemerintah untuk segera menuntaskan pelanggaran HAM masa lalu. Ditambah lagi pelanggaran HAM 2019 pada saat aksi kemarin. Kami juga menuntut negara untuk membebaskan salah satu rekan STM saat aksi waktu itu untuk segera dibebaskan," ujar Manik di lokasi.
Halaman

(fas/jbr)