Setara Institute Anggap Kebebasan Ekspresi di Zaman Jokowi Punya Catatan Buruk

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 15:11 WIB
Foto: Direktur Eksekutif SETARA Institute Ismail Hasani (Azizah-detikcom)


Terkait pelanggaran HAM berat masa lalu, Theo menyebut di periode ini mengalami kemandekan dan tidak ada inisiasi yang signifikan. Theo menyoroti dikembalikannya berkas sembilan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu dari Kejaksaan Agung ke Komnas HAM serta tim terpadu bentukan pemerintah yang menurutnya tidak dapat bekerja efektif.

"Klaim pendekatan non-yudisial yang dilakukan pemerintah belum memenuhi makna substantif remedy non-yudisial dan tidak cukup untuk meniadakan pendekatan yudisial untuk mengembalikan kebenaran, keadilan, rehabilitasi, dan repatriasi korban. Sejumlah kelompok kerja yang dibentuk pemerintah tidak dapat bekerja secara efektif," ungkap Theo.



Selain itu, Theo menyebut ruang kebebasan sipil untuk berekspresi semakin berkurang di periode pemerintahan Jokowi yang pertama. Theo menyoroti aksi unjuk rasa yang diwarnai kekerasan dari aparat keamanan seperti pada aksi 21-22 Mei dan demontrasi #ReformasiDikorupsi beberapa waktu lalu.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3