2 Terdakwa Kasus Pembakaran Kotak Suara Pilpres Divonis Bebas, Jaksa Kasasi

Ferdi - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 10:39 WIB
Ilustrasi (ari/detikcom)
Ilustrasi (ari/detikcom)
Jambi - PN Sungai Penuh, Jambi menjatuhkan vonis bebas kepada Khairul Saleh dan Robin Janet alias Robi. Kedunya didakwa dalam tindak pidana umum perkara kasus pembakaran surat suara dan kotak suara pemilu/pilpres pada 17 April 2019 di Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, Jambi.

Atas putusan itu, JPU Kejari Sungai Penuh Jambi, akan mengajukan kasasi.

"Ya, JPU ajukan kasasi," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jambi, Lexy Patharani kepada detikcom, Selasa (10/12/2019).

Majelis hakim PN Sungai Penuh yang diketuai oleh Dedi Kuswaran dengan anggota Ratna Dewi Damiri, dan Rinding Sambara dalam sidang putusannya menyatakan kedua terdakwa Saleh dan Robi tidak terbukti secara sah bersalah dan membebaskan terdakwa dari dakwaan penuntut umum pada Senin (9/12). Hakim menilai terjadi salah tangkap, bukan Khairul dan Robin yang membakar kotak suara.

Kedua terdakwa juga dibebaskan dari semua dakwaan penuntut. Selain membebaskan kedua terdakwa dari seluruh dakwaan, majelis hakim juga memerintahkan terdakwa dibebaskan dari tahanan segera setelah putusan diucapkan.

Majelis hakim juga meminta dalam putusan persidangan itu agar jaksa dapat memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabatnya. Dalam putusan persidangan itu, majelis hakim juga menetapkan barang bukti dikembalikan kepada KPU Kota Sungai Penuh serta kepada kedua terdakwa.

Dalam tuntutan JPU Sungai Penuh Jambi menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun. Terhadap putusan tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sungai Penuh, Jambi menyatakan sudah mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung (MA) setelah hasil putusan sidang.

"Kasasi itu diajukan JPU Kejari Sungai Penuh, Jambi ke MA, habis sidang langsung ajukan kasasi," ujar Lexy.


Kuasa Hukum kedua terdakwa, Nazirin Nazie saat dikonfirmasi mengatakan sanggup menerima kasasi yang akan diajukan JPU. Menurutnya bahwa klainnya itu tidak terbukti bersalah dan merupakan salah tangkap.

"Silakan saja kalau jaksa mau melakukan kasasi ke MA. Kita akan menerimanya, karena kita yakin bahwa klien kita ini tidak bersalah, dan ini merupakan salah tangkap, karena kan jelas bukti-buktinya juga tidak kuat," ujar Nazirin.


Tonton juga Pelaku Pembakaran Surat Suara di Jambi Terancam 5 Tahun Penjara :

[Gambas:Video 20detik]

(asp/asp)