Mensos Ingatkan ASN Terapkan Nilai Pancasila

Angga Laraspati - detikNews
Senin, 09 Des 2019 22:51 WIB
Foto: Dok. Kemensos
Foto: Dok. Kemensos
Jakarta - Menteri Sosial Juliari P Batubara menyatakan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Sosial wajib menerapkan Pancasila. Hal ini ia sampaikan pada saat membuka kegiatan Diklat Bela Negara dan Workshop Wawasan Kebangsaan di Lingkungan Kemensos RI.

Saat membuka kegiatan tersebut Juliari mengatakan ASN harus tetap berjiwa Pancasila yang dicerminkan dari semua produk, program, dan kebijakan di Kemensos.

"Nilai-nilai Pancasila harus tercermin tidak hanya di tingkat kebijakan, namun juga dalam perilaku setiap ASN di manapun ia berada," kata Juliari dalam keterangan tertulis, Senin (9/12/2019).

Mantan Ketua Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (IMI) itu menyatakan tantangan dalam kehidupan berbangsa sangat kompleks. Termasuk salah satunya revolusi di bidang informasi dan digitalisasi telah bergerak melintas batas ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan nasional. Salah satu dampak negatif dari perkembangan teknologi terbukti bisa memicu konflik dan gejolak yang mengganggu keragaman bangsa.


Hal ini dapat dilihat dari makin berkembangnya sikap primordialisme sempit, kesukuan, kedaerahan, dan diskriminasi yang berlatarbelakang suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Pada gilirannya, hal ini membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, kegiatan ini untuk memastikan bahwa ASN Kementerian Sosial tetap inovatif tapi berjiwa Pancasila," katanya.

"Kemudian, timbul gejala di mana mulai tercabutnya nilai-nilai religius dari akar budaya bangsa. Kini orang ingin serba instan, tidak sabar, pragmatis, materialistis, individualis, sampai pada tingkat krisis kemanusiaan yang berbahaya," lanjut Juliari.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri yang diundang sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Mega mengatakan pentingnya internalisasi nilai-nilai ideologi Pancasila, terutama di tengah masih maraknya tantangan kebangsaan, termasuk tantangan terhadap ideologi Pancasila. Presiden kelima itu juga menekankan pentingnya ASN menjaga Pancasila. Menurut Mega, Pancasila merupakan ideologi bangsa yang berakar pada nilai budaya asli Indonesia.

"Karena itu, Bung Karno mengatakan beliau adalah penggali Pancasila, bukan penemu karena nilai Pancasila sudah berakar kuat di bumi Tanah Air. Sekarang ini berkembang ideologi asing yang tidak sesuai dengan Pancasila," katanya.


Megawati mengingatkan bahwa Pancasila sudah terbukti dan diakui seluruh dunia, sebagai ideologi yang menjaga keberagaman dan toleransi. "Kalau yang mau mengganti Pancasila dengan ideologi lain, silakan pindah (negara). Kalau mau mendirikan negara, kalau ingin mendirikan apa yang disebut negara khilafah, silakan pergi," kata Mega.

Hadir mendampingi Mensos, Sekretaris Jenderal Hartono Laras, Inspektur Jenderal Dadang Iskandar, Dirjen Pemberdayaan Sosial Pepen Nazaruddin, Dirjen Rehabilitasi Sosial Edi Suharto, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Andi ZA Dulung, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesejahteraan Sosial Harry Z Soeratin, Staf Ahli Menteri Bidang Dinamika Sosial Asep Sasa Purnama, dan Staf Ahli Menteri Bidang Aksesibilitas Sosial Sonny W Manalu. Juga hadir sejumlah pejabat Eselon 2, jajaran struktural dan fungsional di lingkungan Kementerian Sosial. (prf/ega)