Round-Up

Pesan Pencegahan Korupsi Terus Diulang Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 09 Des 2019 19:30 WIB
Foto: Jokowi (Andhika Prasetia/detikcom)

Pesan pencegahan korupsi dari Jokowi itu disampaikan ketika dirinya hadir di acara peringatan Hari Antikorupsi di SMKN 57, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019).

"Kita ingin memberikan kesadaran besar mengenai antikorupsi. Kesadaran antikorupsi ini penting dan harus dilakukan secara besar-besaran dan masif," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan pendidikan antikorupsi penting diberikan sejak dini. Dia menyebut Indonesia memiliki puluhan ribu siswa yang akan menjadi pemimpin di masa depan.

"Oleh sebab itu, kesadaran mengenai antikorupsi harus diberikan sejak dini, sejak awal, sehingga semuanya sadar korupsi itu tidak betul, tidak benar, tidak boleh dilakukan oleh siapa pun jadi penekanan itu yang ingin kita berikan," kata Jokowi.

Dia kemudian berbicara mengenai strategi pencegahan korupsi. Salah satu yang disorot Jokowi adalah masalah rekrutmen politik untuk menjaring kepala daerah hingga caleg.

"Itu harus dibicarakan dengan partai-partai politik sistem rekrutmen politik yang paling murah ini yang perlu dibicarakan," ujar Jokowi.



Selain itu, dia mengatakan pengadaan barang dan jasa harus diperbaiki untuk mencegah korupsi. Salah satunya dengan sistem online.

"Harus diperbaiki terus sehingga memperbaiki sistem hal yang penting kita lakukan e-Proc, sudah ada e-Tendering, sudah ada tapi masih ada seperti ini. Artinya harus ada perbaikan sistem," kata Jokowi.

Jokowi juga menyebut ingin evaluasi program pencegahan dan penindakan di KPK. Jokowi meminta KPK tak bekerja sporadis.

"Kita fokusnya di mana dulu? Jangan semua dikerjakan, tidak akan menyelesaikan masalah. Evaluasi-evaluasi seperti inilah yang kita mulai koreksi, evaluasi, sehingga betul setiap tindakan itu ada hasilnya yang konkret yang bisa diukur," ujar Jokowi.

Dia mengaku belum memutuskan akan menerbitkan Perppu KPK atau tidak. Jokowi masih ingin mengevaluasi program-program terkait pencegahan-pemberantasan korupsi.

"Sampai detik ini kami masih melihat, mempertimbangkan. Tapi kan UU-nya belum berjalan, kalau nanti sudah komplet, sudah ada Dewas, sudah ada pimpinan KPK yang baru, nanti kita evaluasilah," kata Jokowi.