Aktivis Aceh Tagih Janji Polisi-Jaksa Usut Kasus Korupsi di Tanah Rencong

Agus Setyadi - detikNews
Senin, 09 Des 2019 18:10 WIB
Ilustrasi Korupsi (Edi Wahyono/detikcom)
Ilustrasi Korupsi (Edi Wahyono/detikcom)
Banda Aceh - LSM Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh menagih janji polisi dan kejaksaan untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi di Tanah Rencong. Kasus rasuah di Aceh yang masih diselidiki, yaitu terkait dana hibah Rp 360 miliar hingga dugaan korupsi dana beasiswa.

"Pada momen peringatan Hari Antikorupsi Internasional (HAKI) 2019 kita menagih komitmen aparat penegak hukum untuk menuntaskan perkara korupsi yang sudah dilakukan penyelidikan maupun penyidikan," kata Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani kepada wartawan, Senin (9/12/2019).


Beberapa kasus yang ditangani penegak hukum di Aceh, sebutnya, di antaranya kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh tahun anggaran 2017 melalui mekanisme penunjukan langsung (PL).

Kasus ini dilaporkan ke Polda Aceh pada April lalu. Dalam kasus ini, terjadi perubahan dokumen rencana kerja perubahan anggaran (RKPA) tahun anggaran 2017, dari 137 miliar menjadi 157 miliar.

Selain itu, kasus penyaluran beasiswa bantuan pendidikan pemerintah Aceh tahun 2017 yang sarat masalah dan terindikasi korupsi. Hasil temuan Inspektorat Aceh menyebutkan mahasiswa yang menerima beasiswa tersebut berasal dari usulan 24 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan ada yang mengajukan permohonan secara mandiri.

"Jumlah yang diusulkan Dewan dan permohonan mandiri mencapai 938 orang, terdiri atas 852 usulan Dewan, dan 86 secara mandiri. Kasus ini ditangani Polda Aceh," jelas Askhalani.

Askhalani juga menyebutkan kasus yang belum tuntas yaitu dugaan penyelewengan dana hibah pemerintah Aceh untuk mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) senilai Rp 650 miliar. Perkara ini ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh.
Selanjutnya
Halaman
1 2