PKS Tagih Perppu KPK, PD Tunggu Taji Aktivis Antikorupsi di Lingkaran Jokowi

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 09 Des 2019 17:02 WIB
Jansen Sitindaon (Farih Maulana/detikcom)
Jansen Sitindaon (Farih Maulana/detikcom)
Jakarta - PKS menilai lakon drama antikorupsi oleh tiga menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak cukup dalam upaya pemberantasan korupsi. Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengatakan drama tersebut bagian dari sisi edukasi antikorupsi, namun menunggu aksi dari aktivis antikorupsi yang kini berada di lingkaran Jokowi.

"Bagus saja ya drama yang dilakukan 3 menteri ini, karena menyampaikan nilai-nilai antikorupsi di depan anak-anak SMA. Karena pemberantasan korupsi itu kan bukan hanya sisi represif atau penindakannya saja, walau selama ini mungkin hal ini yang paling dominan dilihat masyarakat karena ada OTT KPK dan lain-lain," kata Jansen kepada wartawan, Senin (9/12/2019).

"Tapi ada juga sisi edukasi dan perbaikan sistemnya. Kami melihat drama 3 menteri ini dari sisi edukasinya itu kepada generasi muda anak-anak SMA masa depan bangsa," imbuhnya.


Lantas Jansen bicara gerakan antikorupsi dengan Perppu KPK yang urung diterbitkan Jokowi. Menurut Jansen, jika kelak taji KPK tumpul dalam pemberantasan korupsi, masyarakat pun akan meminta Perppu KPK.

"Kalau soal Perppu KPK itu kan kebutuhan pemberantasan korupsi dari sisi represif atau penindakan. Kalau ke depan KPK dilihat masyarakat 'tumpul' tak bertaji lagi dibanding kinerja mereka tahun sebelum-sebelumnya, pastilah permintaan publik dikeluarkannya Perppu atau UU KPK direvisi kembali akan muncul," ujar Jansen.

Menurut Jansen, saat ini di lingkaran Jokowi diisi oleh para aktivis antikorupsi. Namun Jansen mempertanyakan tanggung jawab moral para aktivis ini apakah masih segarang seperti dahulu atau tidak saat melakukan gerakan antikorupsi.


"Kalau soal Perppu kan sepenuhnya kembali ke Presiden ya. Dan Pak Jokowi sekarang ini kan dilingkari oleh banyak sekali aktivis antikorupsi ternama yang dulu selalu paling terdepan teriak-teriak pemberantasan korupsi dan penguatan KPK setiap akan dilemahkan. Kita lihatlah tanggung jawab moral merekalah sekarang ini, masih sekencang dulu atau malah udah 'mendem' setelah menikmati manisnya kekuasaan," imbuhnya.

Sebelumnya, tiga menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) beradu peran dalam drama antikorupsi di SMKN 57 Jakarta. Mereka adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama, serta Menteri BUMN Erick Thohir.

Ketiganya punya peran masing-masing: Nadiem sebagai siswa kelas X SMA, Wishnutama sebagai siswa kelas XII SMA, dan Erick sebagai tukang bakso. Komedian Sogi Indra Dhuaja dan Bedu juga mengisi pentas dengan tema #PrestasiTanpaKorupsi. Acara ini digelar di SMKN 57, Jakarta Selatan, Senin (9/12). (rfs/gbr)