MPR Jaring Masukan Media untuk Sosialisasi 4 Pilar di Era Digital

Akfa Nasrulhak - detikNews
Senin, 09 Des 2019 15:02 WIB
Foto: MPR
Foto: MPR
Jakarta - Di hadapan 34 praktisi media, Kepala Biro Humas Setjen MPR Siti Fauziah menjelaskan berbagai metode Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia menegaskan sosialisasi diberikan kepada seluruh elemen masyarakat dengan metode yang sesuai tingkatan sejak dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

"Pada anak PAUD kita sosialisasikan lewat lomba menggambar, mewarnai, dan komik. Sedang untuk pelajar SMA ada lomba cerdas cermat. Bagi mahasiswa lebih banyak lagi metodenya, seperti legal drafting, outbound, dan debat konstitusi," ungkap Siti, Senin (9/12/2019).

Hal itu disampaikannya dalam acara Media Expert bertema 'Tabulasi Strategi Layanan Publikasi Pada Pimpinan dan Alat Kelengkapan MPR Periode 2019-2024' di Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (8/12/2019). Sebelum di Kota Batu, lanjut Siti, pihaknya lebih dulu pergi ke Balikpapan. Di kota kaya minyak ini, MPR melakukan sosialisasi dengan peserta warganet, netizen, atau pengguna media sosial.


Menurut Siti, sosialisasi diberikan kepada mereka sangat penting sebab diakui saat ini ada gejala daya minat membaca masyarakat terutama kaum milenial tidak seperti pada masa sebelumnya.

"Karena perkembangan zaman sehingga semua yang ada dibuat secara elektronik", tuturnya.

Untuk lebih menarik, sosialisasi juga disampaikan lewat seni budaya. Dengan cara seperti itu MPR ikut mengangkat seni budaya yang bisa jadi jarang diminati lagi oleh masyarakat yang ada. Lewat sosialisasi dengan menggunakan budaya, pesan kerukunan dan persatuan disampaikan lewat lakon-lakon yang ada.

Lebih lanjut Siti menjelaskan saat ini pimpinan MPR dipimpin oleh 10 orang. Mereka merepresentasikan partai politik yang lolos parlement threshold dan kelompok DPD. Dengan jumlah pimpinan MPR sebanyak itu, lanjut Siti, perlu strategi khusus untuk bagaimana mempublikasikan aktivitas pimpinan MPR. Untuk itu, dalam acara yang digelar di kota wisata itu, pihaknya meminta saran, masukan, bahkan kritik kepada wartawan.

"Kita meminta masukan dari para awak media," ujarnya.

Senada, Plt Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antarlembaga, dan Layanan Informasi, Budi Muliawan juga mengatakan dalam mempublikasikan kegiatan Pimpinan dan Alat Kelengkapan MPR perlu publikasi yang bisa mengikuti perkembangan zaman.

"Untuk itu kita meminta masukan dan strategi dari para awak media yang hadir di sini," ujar alumni FH Universitas Brawijaya itu.

Budi menjelaskan sosialisasi sangat penting diberikan kepada kaum milenial. Ini ditekankan sebab ada gejala di kalangan mereka yang sangat cepat menerima pengaruh dari luar yang belum tentu cocok dengan budaya kita.

"Kaum milenial sangat adaptif dengan perkembangan teknologi dan pemanfaatan sosial media," ujarnya.

Budi menambahkan, berdasarkan data survei yang dirilis pada September 2019, masyarakat yang terpapar sosialisasi baru 82,6 juta dari seluruh penduduk Indonesia. Jumlah sebanyak itu menurutnya baru sepertiga dari seluruh rakyat Indonesia.


"Untuk itu MPR terus melakukan sosialisasi untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu praktisi media, Sutomo mengatakan untuk mempublikasikan 10 pimpinan MPR, diharap dalam Diskusi Empat Pilar MPR yang rutin digelar MPR dua kali dalam seminggu di Media Center, para pimpinan MPR dapat dihadirkan menjadi narasumber.

"Itu bisa mengakomodir seluruh pimpinan. Bila tidak saat diskusi bisa lewat isu-isu yang bergulir," ujarnya.


Simak Video "Taufiq Kiemas, Penggagas 4 Pilar Kebangsaan"

[Gambas:Video 20detik]

(akn/ega)