Hari Antikorupsi, Kajati Cerita soal Banyaknya Warga Banten yang Miskin

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 09 Des 2019 14:23 WIB
Jumpa pers Kejati Banten (Bahtiar Rifai/detikcom)
Jumpa pers Kejati Banten (Bahtiar Rifai/detikcom)
Jakarta - Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Rudi Prabowo Aji baru bertugas 2 minggu di tanah jawara. Di waktu yang pendek itu, langsung timbul kesan bahwa daerah ini kalah maju dibanding daerah lain di Indonesia dan banyaknya warga miskin di provinsi ujung barat Pulau Jawa ini.

Rudi sendiri menduga daerah ini tertinggal karena program dan proyek-proyek yang salah sasaran. Program pemerintah seharusnya bisa menjangkau semua pihak. Ia mengajak semua elemen bisa memberantas korupsi di Banten.

"Saya belum lama bertugas, kalau dihitung baru 2 minggu, saya melihat masyarakat di pinggir jalan banyak yang hidupnya di bawah taraf sejahtera," kata Rudi di Kejati Banten saat memperingati Hari Antikorupsi, Senin (9/12/2019).



Provinsi Banten mekar dari Jawa Barat dengan harapan warganya bisa lebih sejahtera. Tapi dari sekian tahun lepas, cita-cita itu belum sepenuhnya tercapai. Jangan-jangan, bantuan pemerintah pusat, pemprov, dan pemkot salah sasaran.

"Saya rasa belum (tercapai), mereka belum taraf sejahtera, mungkin banyak pembangunan, proyek yang tidak mencapai sasaran, banyak yang belum tepat sasaran,' ujarnya.

Oleh sebab itu, Rudi meminta warga, kelompok milenial, dan siswa-siswa melawan korupsi. Ia minta semua pihak bersinergi memberantas kegiatan-kegiatan koruptif di Banten.


Tak Hadir di KPK, Jokowi: Saya di Tempat Lain

[Gambas:Video 20detik]

(bri/rvk)