HNW: TK hingga Perguruan Tinggi Harus Tumbuhkan Cinta NKRI

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Senin, 09 Des 2019 11:07 WIB
Foto: MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menegaskan pendidikan di level apapun harus membentuk karakter mencintai NKRI. Oleh karena itu, perlu dibina, bukan dicurigai sebagai persemaian radikalisme.

"Pendidikan berorientasi meningkatkan kualitas sumber daya manusia anak bangsa. Dalam level yang terendah, PAUD/TK hingga perguruan tinggi harus menumbuhkan kecintaan kepada NKRI," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (9/12/2019).

Dalam sambutannya, HNW juga mengatakan pendidikan di Indonesia harus dapat menangkal dan menekan benih-benih ekstremisme, komunisme, dan atheisme karena tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila yang disepakati pendiri bangsa sebagai dasar negara.

Selain itu, HNW berpesan agar kelak kehadiran SMPIT Baitusalam 2 diharapkan bisa meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sleman dan pada akhirnya menghadirkan SDM yang unggul di Yogyakarta, bahkan di Indonesia.

Ia menegaskan agar cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa agar terus dijaga. Semakin cerdas rakyat Indonesia dan berilmu, kata HNW, maka semakin kuat persatuan bangsa Indonesia karena tidak mudah diadu domba antaranak bangsa.

"Generasi muda juga wajib meningkatkan kualitas pendidikan dirinya agar mampu melanjutkan perjuangan para pahlawan nasional. Jangan pernah berhenti belajar berapapun usia kita. Karena belajar atau menuntut ilmu di dalam Islam setara dengan jihad fii sabilillah," ucapnya.

"Itu bukan pemikiran radikal, tapi kewajiban agama dan kemanusiaan. Maka literasi di kalangan anak bangsa harus terus ditingkatkan," pungkasnya.

HNW menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung SMPIT Baitussalam 2 di Cangkringan, Sleman. Turut hadir juga Bupati Sleman Sri Purnomo, Camat Cangkringan Suparmono, Ketua Yayasan Nidaut Taqwa KH Kasyadi serta pimpinan Pondok Pesantren Baitussalam KH Abdul Hakim.


Simak Video "BPIP Tak Setuju dengan NKRI Bersyariah"

[Gambas:Video 20detik]

(mul/ega)