Komisi VI Dukung Erick Thohir Larang BUMN Bagi Suvenir, Ingatkan soal Gimmick

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Senin, 09 Des 2019 06:59 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Lamhot Aritonang)
Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Komisi VI DPR mendukung langkah Menteri BUMN Erick Thohir yang melarang BUMN bagi-bagi suvenir dalam setiap Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Larangan itu dinilai seharusnya sudah dilakukan sejak dulu.

"Saya baru dengar kalau selama ini ternyata banyak pembagian suvenir setiap RUPS. Kita dukung Menteri BUMN yang ingin ada kode etik seperti itu. Seharusnya sudah sejak dulu dilakukan," kata Ketua Komisi VI Faisol Riza kepada wartawan, Senin (9/12/2019).


Faisol menilai semangat Erick untuk membawa budaya swasta ke lingkungan BUMN sangat positif. Namun demikian, politikus PKB itu tak melihat larangan ini sebagai langkah Erick untuk bersih-bersih perusahaan pelat merah.

"Saya tidak melihat seperti itu. Ini code of conduct yang biasa saja dan memang sudah waktunya diterapkan. Semangat Pak Erick untuk membawa culture swasta ke BUMN sangat positif," ujarnya.


Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI Martin Manurung juga menilai positif langkah Erick Thohir yang melarang BUMN bagi-bagi suvenir. Namun, Martin berharap perbaikan BUMN lebih serius dan bukan sekadar gimmick semata.

"Menurut saya larangan tersebut baik saja, tetapi lebih baik lagi agar memperhatikan hal-hal yang lebih mendasar terkait good corporate governance, seperti transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi, dan kewajaran. Sehingga perbaikan BUMN bukan hanya yang sifatnya gimmick," ungkap Martin.

"Itu baik, tapi jangan berhenti di situ. Bisa jadi gimmick kalau tidak dilanjutkan sampai yang mendasar," sambungnya.


Simak Video "Kata Erick Thohir Perihal Ferrari di Pesawat Garuda"

[Gambas:Video 20detik]


Selanjutnya
Halaman
1 2