Sandi Soroti Industri Halal di Indonesia: Dulu Mentok di Sertifikasi

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Senin, 09 Des 2019 03:04 WIB
Sandiaga Uno di acara Jakarta Halal Things 2019 (Foto: Dok. Istimewa)
Sandiaga Uno di acara Jakarta Halal Things 2019 (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta - Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyoroti industri halal di Indonesia yang menurutnya saat ini telah berkembang pesat. Industri halal dulunya dinilai Sandiaga hanya mentok di urusan sertifikasi.

"Besar sekali perubahannya. Pertama kalau kita lihat dulu orang ngomong industri halal itu mentoknya di sertifikasi saja, di labelnya saja. Kalau sekarang, dengan adanya digital economic 4.0 kita bicara mengenai ekosistem," kata Sandiaga, Minggu (8/12/2019).

Hal tersebut dikatakan Sandiaga saat menjadi pembicara di acara Jakarta Halal Things 2019, Senayan City, Jakarta Selatan. Sandi mengatakan industri halal tak hanya soal sertifikasi dan label, tetapi juga rantai pasokan dari produksi, logistik, hingga pemasaran.

"Ini kita baru di awal banget. Kalau kita lihat ini potensinya luar biasa, tapi ya alhamdulillah sudah sampai sekarang ini. Saya melihat justru tahun-tahun ke depan bergulirnya akan semakin heboh, semakin hebring ya," ujar Sandi.

Sandi menilai ada sejumlah faktor yang menyebabkan Indonesia hanya menjadi konsumen produk halal dan tidak memproduksi produk halal sendiri. Selain itu, menurutnya, harus ada kolaborasi dengan negara-negara lain seperti Malayasia dengan target pasar tetap berada di Indonesia.

"Saya nggak mau fokus di negatif dan terus membawa pesimisme. Kenapa ya, kita salah apa ya, kok kita kalah, kok kita populasinya terbesar, tapi juga terbesar pengimpor produk-produk halal gitu," ucap Sandi.

"Saya melihat ada beberapa isunya. Pertama adalah edukasinya. Kalau di sana (Malaysia) ada diploma, kita harus buat juga yang sama, halal academy. Jadi apa yang menjadi potensi diedukasikan ke masyarakat," pungkasnya. (azr/fdu)