Round-Up

Tentang 'Tweet Jahat' yang Kembali Disinggung Anies Baswedan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 08 Des 2019 19:32 WIB
Anies saat Pilgub DKI 2017 (Foto: Muhammad Ridho)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menyinggung soal 'tweet jahat' ketika membalas cuitan Pandji Pragiwaksono tentang lem aibon. Masih ingatkah tentang 'tweet jahat' yang dimaksud Anies ini?

Saat Pilgub DKI 2017 lalu, Anies memiliki strategi khusus di media sosial bersama tandemnya, Sandiaga Uno. Salah satunya 'tweet jahat' yaitu video yang dibuat oleh tim Anies-Sandi untuk menjawab atau menanggapi beberapa unggahan tweet akun di media sosial yang menebar fitnah dan cacian ke Anies-Sandi. Video tersebut kemudian diunggah ke akun media sosial kampanye Anies-Sandi.


Salah satu videonya pernah diunggah pada Desember 2016. Di video tersebut Anies yang mengenakan kemeja lengan panjang warna biru terlihat duduk di sebuah kursi. Tepat di sampingnya ada seorang wanita berkerudung yang membacakan twit dari netizen untuknya.

Perempuan berkerudung itu membacakan cuitan dari seorang netizen bernama Andhika Enggar. "Salam dua jari Pak Anies jangan banyakan omong kayak Uno," demikian isi twit tersebut.

Anies dan Sandiaga / Anies dan Sandiaga / Foto: Ari Saputra


Anies dalam video itu nampak hanya manggut-manggut. Perempuan yang di sampingnya pun bertanya karena penasaran. "Kok diam, pak?" ujarnya.

"Katanya jangan banyak omong," sahut Anies.



Bagi Anies, 'Baca Tweet Jahat' dibuat untuk menunjukkan bahwa dia menanggapi santai segala macam fitnah dan hinaan kepadanya. Anies berpandangan fenomena akun buzzer pada media sosial bukan hal yang baru.

"Tujuannya menunjukkan ini loh kita ini santai saja terhadap segala macam fitnah, serangan baik-baik aja, bukan barang baru. Jadi bahkan kita bilang, kita ini fokus bangun warga Jakarta kok. Dan ini bagian yang nomal saja, nggak usah dimasukin hati, santai saja, jawabnya juga guyonan," kata Anies pada Rabu (22/3/2017).

"Dan sekaligus bagi mereka yang tweet jahat ingat ya nanti kita bacain ya tweetnya, dan ternyata dibaca semua orang tu. Kan kita kadang-kadang kalau sudah ngomong biasalah bebas, ternyata sekarang tanpa sadar kami kan menyebarkan tweet itu, yang ngtweet harus ikut tanggung jawab. Dan ternyata volumenya menurun," sambung Anies.


Tiga tahun berselang, memori soal 'tweet jahat' itu muncul lagi usai kembali disinggung Anies sendiri. Bagaimana ceritanya?

Anies saat Pilgub DKI 2017Anies saat Pilgub DKI 2017 Foto: Lamhot Aritonang


Ini berawal dari cuitan Pandji Pragiwaksono di Twitter. Mantan Jubir Timses Anies-Sandi itu mengunggah foto selfie sambil memegang lem Aica Aibon.

"Halo Mas @aniesbaswedan," tulis Pandji, Minggu (8/12/2019).


Seperti diketahui, anggaran lem aibon sebesar Rp 82 miliar di Rencana Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DKI 2020 sempat ramai dibahas. Anies kemudian merespons kehebohan anggaran itu dengan menyebut sistem e-budgeting yang tidak smart. Akibatnya, masih ada masalah penganggaran selama bertahun-tahun.

Pandji Pragiwaksono / Pandji Pragiwaksono / Foto: Rengga Sancaya


Kembali soal cuitan Pandji, apa respons Anies? Ternyata, Anies membalas tweet itu dengan komentar singkat.

"Anda mau masuk #tweetjahat ya?" tulis Anies.


Simak Video "Menyoal Langkah Gubernur Anies Enggan Publikasi Anggaran Belum Final"

[Gambas:Video 20detik]

(imk/dhn)