ADVERTISEMENT

Razia di Hutan Riau, Petugas BBKSDA Temukan 170 Jerat Satwa

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Minggu, 08 Des 2019 10:55 WIB
Ilustrasi jerat satwa (Matius Alfons/detikcom)
Pekanbaru - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menggelar operasi bersih jerat di kawasan konservasi. Tim menemukan 170 jerat atau perangkap untuk membunuh satwa di dalam hutan.

"Terhitung sejak 25 November hingga 7 Desember 2019 ada 170 jerat yang disita dari kawasan hutan di Riau. Operasi jerat ini cukup efektif dan diketahui model jerat yang semakin variatif," kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono kepada detikcom, Minggu (8/12/2019).

Haryono menjelaskan, kematian satwa liar dalam setahun terakhir ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Penyebab utamanya, adanya konflik dengan manusia serta perburuan satwa liar.



"Salah satu model perburuan satwa liar di Riau yaitu pemasangan jerat dalam kawasan hutan sebagai habitat dari satwa liar. Dengan dalih memasang jerat babi hutan," kata Haryono.

Akan tetapi, lanjut Haryono, jerat tersebut kebanyakan yang menjadi korban jerat justru satwa liar yang statusnya dilindungi. Faktanya korbannya adalah justru gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus), harimau sumatera (Pantera tigris sumatrae), dan beruang (Helarctos malayanus). Ada lagi tapir (Tapirus indicus).

"Ini belum satwa lainnya. Tercatat 2018-2019 ada 4 ekor gajah sumatera yang terjerat. Harimau sumatera ada 3, beruang 2 ekor, tapir 2 ekor. Ini terjadi dalam kantong kawasan konservasi Giam Siak Kecil, Kerumutan, dan kawasan konservasi Zamrud," kata Haryono.


Tonton juga Siswa Digendong Saat Evakuasi Banjir di Kep. Riau :




Dengan banyaknya satwa menjadi korban perburuan liar dengan jerat, kata Haryono, pihaknya menurunkan tim sapu jerat di Riau. Tim ini dibagi untuk menelusuri jerat di sejumlah kawasan hutan di Riau.

Kawasan hutan yang dibersihkan ada 8 lokasi. Konservasi Kerumutan Utara Kecamatan Teluk Meranti di Kabupaten Pelalawan dengan dua tim menemukan 25 jerat. Kerumutan Selatan ada Kecamatan Kuala Cinaku Kabupaten Inhu, ada 15 jerat.



Kawasan hutan Giam Siak Selatan Kabupaten Siak ada 38 jerat, Giam Siak Utara Kabupaten Bengkalis 30 buah jerat. Lanskap Bukit Batu Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis ada 34 jerat. Lanskap Zamruh Kecamatan Dayun Siak Kabupaten Siak ada 30 jerat.

"Ada jerat yang ditemukan seekor monyet ekor panjang ditemukan mati sudah tergantung dijerat yang dipasang warga. Dengan masih banyaknya jerat, menunjukkan ancaman mati satwa liar di Riau masih cukup tinggi. Jenis jerat yang disita ada jenis benang nilon dan kawat," tutup Haryono. (cha/rvk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT