Bara Hasibuan Bicara PAN Jadi Kendaraan Politik Satu Keluarga Pendominasi

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 07 Des 2019 14:31 WIB
Foto: Bara Hasibuan. (Ari Saputra/detikcom).

Bara juga membantah rumor yang menyebut ada intervensi kepada para pemilik hak suara di PAN agar memilih Zulkifli sebagai ketum lagi. Justru menurutnya, justru tekanan datang dari sosok pendominasi beserta keluarganya yang ia sebut-sebut itu.

"Tidak ada tekanan (ke DPD PAN) saya pikir, justru ada tekanan psikologis selama ini yang diberikan oleh satu orang itu. Itu adalah tekanan psikologis, saya katakan, kemauan orang ini harus selalu dituruti, ada semacam fear, ketakutan, gitu. Suasana ketakutan," ucap Bara.

"Kalau kemauan orang itu tidak diikuti, kemudian akan menimbulkan konsekuensi orang di partai ini bisa kehilangan jabatan dan sebagainya. Tidak bisa lagi, kita harus dewasa. Partai ini harus berkembang ke depan, memperkuat institusi, bukan di bayang-bayangi salah satu orang, salah satu personality," tambahnya.

Bara lalu menceritakan soal PAN yang mengikuti Pemilu pertama di tahun 1999. Saat itu, PAN disebutnya merupakan satu-satunya partau yang memiliki platform jelas.

"Kita didirikan bukan untuk kendaraan politik satu orang saja. Dibandingkan dengan ada beberapa partai baru yang lahir setelah reformasi mulai tahun 1998. Kita betul-betul didirikan untuk memperjuangkan cita-cita, nilai-nilai dasar ingin memperkuat demokrasi Indonesia, ingin memperkuat reformasi," papar Bara.


Menurut dia, dominasi di PAN berdampak buruk kepada partai. Setiap ketua umum disebut Bara tidak bisa memiliki kekuatan karena ada pengaruh dari tokoh dominan yang dimaksud itu.

"Bahwa partai ternyata tidak bisa berkembang kan. ketua umum yang selalu seharusnya pemimpin utama dari suatu partai itu adalah ketum, tidak bisa mempunyai otoritas full, tidak punya keleluasaan untuk menentukan kebijakan, memimpin, memberikan direksi terhadap partai ini, termasuk dalam mengambil kebijakan strategis partai," kata dia.

Kongres PAN dinilai Bara harus dijadikan momen agar PAN bisa melepaskan dari ketergantungan kepada tokoh yang ia maksud. Menurut dia, PAN membutuhkan tokoh yang berani tampil, berkomitmen, tokoh yang memiliki keberanian, dan spirit untuk lepas dari ketergantungan tersebut.

Bara pun menyebut ada beberapa kandidat caketum PAN yang masuk dalam kategori itu. Selain petahana Zulkifli Hasan, ia menyebut nama Asman Abnur.

"Saya pikir ada beberapa kandidat yang mampu untuk melakukan itu. Ya dari Bang Zul sendiri, Bang Asman Abnur, itu mereka yang punya komitmen," tutup Bara.
Halaman

(elz/fdn)