Laporan dari Madrid

PT NSHE Pastikan Proyek PLTA Batang Toru Tak Ganggu Ekosistem Orang Utan

Mei Amelia Rahmat - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 22:00 WIB
Foto: Penasihat Senior untuk Komisaris Utara PT NSHE Emi Hafild (kanan). (Amelia-detikcom)
Foto: Penasihat Senior untuk Komisaris Utara PT NSHE Emi Hafild (kanan). (Amelia-detikcom)
Madrid - Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara masih berlangsung. PLTA yang akan menghasilkan 510 MW ini disebut tidak akan mengganggu ekosistem orang utan di kawasan hutan yang terdampak.

"Ya, kami berusaha agar bagaimana melakukan konstruksi, (tetapi) orang utan itu tidak terganggu. Jadi sarang-sarangnya itu kita temukan, itu kami maunya mereka kembali lagi, selalu ada sarang baru," kata Penasihat Senior untuk Komisaris Utara PT NSHE Emmy Hafild di Konferensi Perubahan Iklim (COP25) di Feria de Madrid (IFEMA), Madrid, Spanyol, Jumat 6 Desember 2019.

Sekadar untuk diketahui, PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) adalah Independent Power Producer PLTA Batang Toru. Proyek ini sendiri dikerjakan sejak 2015 lalu.

"Jadi kami tegaskan, PLTA Batang Toru ini sumbernya run of river, bukan reservoir, bukan PLTA dengan bendungan besar, tetapi dengan memanfaatkan arus sungai," kata Emi.


Emmy mengatakan selama ini banyak yang salah persepsi terkait penggunaan lahan pada proyek PLTA Batang Toru ini. Dia menegaskan, bahwa perusahaan tidak menenggelamkan 7 ribu Ha hutan.

"Selama ini kita suka disalah persepsikan, dianggap menenggelamkan 7 ribu hektar hutan, padahal cuma 66 aja bendungannya," sambungnya.

Dia juga memastikan tidak ada orang utan yang mati akibat pembebasan lahan untuk proyek ini. Kalaupun ada yang ditembak, tidak terjadi di sekitar kawasan tersebut.

"Nggak ada, cuma ada orang utan yang ditembak tapi bukan wilayah kami, lebih jauh dari area kami dan itu ditembaknya karena apa juga kami nggak tahu," tuturnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2