KontraS Nilai Ada Kekhawatiran Polri Jika Ungkap Kasus Novel Baswedan

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 19:49 WIB
Foto: Koordinator KontraS Yati Andriyani (Rahel Narda/detikcom)
Foto: Koordinator KontraS Yati Andriyani (Rahel Narda/detikcom)
Jakarta - Pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan masih belum terungkap. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menganggap pihak kepolisian telah gagal menangani kasus tersebut.

"Artinya Polri begini ya, dia mengorbankan nama baiknya, mengorbankan nama baik institusinya, Polri mengorbankan legitimasinya sebagai penegak hukum dalam kasus Novel dengan cara tidak mau mengungkap kasus Novel sampai sekarang atau belum juga berhasil mengungkap kasus Novel. Jadi ya kalau kita bilang Polri gagal, ya pasti sudah gagal," kata Koordinator KontraS Yati Andriyani kepada wartawan, di Kantor KontraS, Jalan Kramat II, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (6/12/2019).

Yati mengatakan kekuasaan dari dalang pelaku penyiraman Novel telah menjerat negara ini, bahkan menurutnya juga menjerat institusi Polri.


"(Kasus) Novel ini menurut saya semakin jelas sih bahwa kekuasaan para terduga pelaku nih mengangkangi negara ini. Mengangkangi hukum. Dan Polri sebagai badan institusi yang paling bertanggung jawab itu sudah dikangkangi. Dikangkangi apa ya? Di occupy, dijerat oleh para pelaku, oleh kekuasaan," kata Yati.

Yati menambahkan Polri bukan hanya gagal dalam menjalankan tugasnya. Dia mengatakan Polri takut dengan pihak-pihak tertentu apabila kasus ini diungkap.

"Ini kayaknya bukan soal gagal. Ini Polri khawatir dengan pihak-pihak tertentu kalau kasus ini diungkap," ucap Yati.

Simak Video "Senin Besok, Jokowi Tagih Kasus Novel ke Kapolri"


Selanjutnya
Halaman
1 2