Tutup Bali Democracy Forum, Meutya Hafid Bicara Perempuan Jaga Demokrasi

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 16:04 WIB
Meutya Hafid (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Meutya Hafid (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Nusa Dua - Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid menutup acara Bali Democracy Forum (BDF) ke-12. Meutya menekankan pentingnya partisipasi semua pihak dalam menjaga demokrasi, tak terkecuali perempuan.

"Bali Democracy Forum tahun ini menyoroti peran penting perempuan sebagai salah satu pilar demokrasi inklusif. Pengakuan prinsip kesetaraan hak politik dan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dimulai dengan keyakinan bahwa negara demokrasi perlu memfasilitasi semua suara orang dari berbagai latar belakang sosial," kata Meutya Hafid di Hall Room BNDCC, Nusa Dua, Bali Jumat (6/12/2019).


Politikus Golkar ini menilai partisipasi perempuan dalam mengambil keputusan menjadi bagian penting dari demokrasi. Menurutnya, peran perempuan sangat diperlukan untuk mendukung ketahanan demokrasi.

"Peran perempuan ini mendukung ketahanan demokratis negara, terutama dalam dinamika geopolitik saat ini," ujar Meutya.

Sebab, ia menjelaskan ketahanan demokratis itu sangat diperlukan bagi lembaga-lembaga negara yang berperan menjaga budaya inklusif. Meutya menyebut salah satu upaya untuk menjaga ketahanan demokratis adalah meningkatkan keterlibatan perempuan.

"Oleh karena itu, salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan demokratis suatu negara adalah meningkatkan keterlibatan perempuan dalam proses demokratisasi menuju demokrasi inklusif. Untuk itu, perspektif perempuan adalah persyaratan penting," kata Meutya.


Ia menjelaskan, dalam BDF ke-12, sengaja diadakan banyak forum panel yang membahas soal kepemimpinan perempuan, demokrasi, dan inklusif. Ia berharap para peserta BDF ke-12 bisa mengambil pelajaran dan menerapkan ide-ide baru soal demokrasi di negara masing-masing.

"Dalam dua hari terakhir, kami telah menyaksikan berbagai perspektif dan wawasan tentang tantangan dalam mendorong demokrasi inklusif dan upaya yang diperlukan untuk mengatasi tantangan ini. Saya dengan tulus berharap bahwa semua peserta dapat mengambil manfaat dari forum ini dengan banyak pengalaman, pembelajaran, dan ide-ide baru untuk berkontribusi pada cita-cita demokrasi masing-masing negara," tuturnya.

Gelaran BDF ke 12 dilaksanakan di Bali pada 5-6 Desember 2019. Acara ini dibuka langsung oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. BDF ke-12 Tahun 2019 mengambil tema 'Democracy and Inclusivity'. 461 orang yang mewakili 87 negara dan 7 organisasi internasional berpartisipasi dalam BDF ke-12. (ibh/gbr)