Dirut Garuda Dipecat, Polisi Diminta Usut Penyeludupan Harley-Brompton

Herianto Batubara - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 13:36 WIB
Neta S Pane Foto: Ari Saputra
Neta S Pane Foto: Ari Saputra
Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir memecat Dirut Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara terkait kasus penyelundupan komponen Harley Davidson dan sepeda Brompton melalui pesawat baru Garuda Indonesia. Indonesia Police Watch (IPW) meminta polisi tidak tinggal diam dan mengusut tuntas kasus ini karena merugikan negara.

"Dirut PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara) tak cukup hanya dipecat dari jabatannya. Tapi Direskrimsus Polda Metro Jaya juga harus segera menangkap dan menahannya dalam kasus penyelundupan komponen Harley-Davidson, yang merugikan negara miliaran rupiah," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangannya, Jumat (6/11/2019).

"IPW mendesak Polri, khususnya Direskrimsus Polda Metro Jaya jangan tutup mata atau tebang pilih dalam menangani kejahatan, terutama yang melibatkan pejabat negara. Selama ini IPW melihat Direskrimsus sangat agresif memburu dan menangkap para pelaku penyelundupan pakaian bekas dari luar negeri," sambung Pane.


Pane mencontohkan, 12 September lalu, Direskrimsus Polda Metro Jaya menangkap enam orang tersangka penyelundupan pakaian bekas dari China di tiga tempat berbeda di wilayah Jakarta. Para tersangka ditangkap dan langsung ditahan karena merugikan negara miliaran rupiah.

"Tapi dalam kasus penyelundupan komponen sepeda motor mewah Harley Davidson yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Direskrimsus belum bergerak dan masih berdiam diri. Padahal Menteri BUMN sudah memecat Dirut Garuda Ari Askhara yang diduga terlibat dalam penyelundupan, yang melibatkan perusahaan penerbangan yang dipimpinnya tersebut," kritik Pane.

"IPW mendesak Direskrimsus Polda Metro Jaya bergerak cepat segera menangkap dan menahan Dirut Garuda Ari Askhara dan semua pihak yang terlibat dalam aksi penyelundupan tersebut. Apalagi Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah mengatakan, potensi kerugian negara akibat penyelundupan itu bisa mencapai Rp 1,5 miliar," sambungnya.

Dalam kasus ini, lanjut Pane, polisi perlu mengusut serius apakah kasus penyelundupan itu baru pertama dilakukan atau sudah berulangkali tapi tidak pernah terbongkar. Dengan demikian jajaran kepolisian bisa membongkar jaringan penyelundupan lewat pesawat udara, terutama yang melibatkan oknum pejabat tinggi.


"Selama ini, aksi penyelundupan lewat udara hanya sekadar isu dan sangat sulit tersentuh. Mungkin karena melibatkan orang orang penting. Jika polisi berhasil menuntaskan kasus penyelundupan yang diduga melibatkan Dirut Garuda ini, publik tentunya akan memberi apresiasi pada Polri. Publik akan melihat bahwa jajaran Polri tidak cuma berani menangkap dan menahan para penyelundup pakaian bekas dari luar negeri, yang jumlah kerugian negaranya tidak terlalu besar, tapi berani juga menangkap dan menahan penyelundup kelas kakap via udara," jelas Pane.


Simak Video "Direktur Keuangan Fuad Rizal Akan Jadi Plt Dirut Garuda"

[Gambas:Video 20detik]

(hri/imk)