Gerakan #SaveTheirUmra, 1.000 Korban First Travel Akan Diumrahkan

Yoki Alvetro - detikNews
Kamis, 05 Des 2019 17:57 WIB
Gerakan #SaveTheirUmra. (Yoki Alvetro/detikcom)
Gerakan #SaveTheirUmra. (Yoki Alvetro/detikcom)
Jakarta - Sejumlah pengusaha menginisiasi sebuah gerakan kemanusiaan untuk memberangkatkan umrah para korban First Travel. Sebanyak 1.000 orang akan diumrahkan tahun ini.

Gerakan ini diberi nama #SaveTheirUmra. Ketua Pembina Gerakan Kemanusiaan Memberangkatkan Umrah Korban Penipuan Travel, Fuad Hasan Masyhur, menerangkan gerakan tersebut dibuat untuk mewujudkan mimpi para jemaah bisa menginjakkan kaki ke Tanah Suci.

"Kasihan masyarakat yang dengan susah payah mengumpulkan dana untuk bisa ke rumah Allah SWT tidak tercapai. Kami sebagai penyelenggara bisa merasakan kekecewaan yang dialami masyarakat ini. Jadi kami ini mencoba menyiasati bagaimana untuk bisa mencarikan solusi agar masyarakat yang menjadi korban dapat mewujudkan mimpinya," kata Fuad dalam jumpa pers di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (5/12/2019).



Fuad menerangkan jemaah yang akan diumrahkan diprioritaskan kepada yang sudah berumur. Selain itu, pihaknya melihat dari tingkat ekonomi jemaah. Gerakan #SaveTheirUmra ini nantinya akan mengintervensi jemaah yang bakal diprioritaskan.

"Untuk masyarakat yang jadi korban bisa nanti duduk bersama pihak kami untuk urung rembuk dan kami akan melibatkan semua komponen, baik itu pemerintah, kejaksaan, kepolisian, kami baru saja mendengar pemerintah juga mempunyai niat yang sama untuk mengupayakan untuk bisa memberangkatkan secara bertahap," jelasnya.

Fuad menuturkan, untuk pendanaan, pihaknya akan mengajak seluruh komponen tokoh masyarakat terlibat dalam niat baik tersebut. Dia mencontohkan sebuah perusahaan atau kepala daerah yang mengumrahkan karyawannya.

"Di sinilah kami mengajak seluruh komponen masyarakat memikirkan mencarikan solusi untuk bisa memberangkatkan. Dari tujuh inisiator ini, mungkin kami bisa memberangkatkan dengan jumlah yang sangat terbatas. Tapi kalau semua ikut terlibat insyaallah penderitaan yang dialami korban travel yang tidak bertanggung jawab dapat diselesaikan," tuturnya.



Sementara itu, Ketua Pengurus Gerakan Kemanusiaan Memberangkatkan Umrah Korban Penipuan Travel Ali M Amin mengatakan sudah ada 1.000 jemaah yang bakal diberangkatkan umrah. Teknis pemberangkatannya masih difinalisasi oleh penyelenggara.

"Alhamdulillah dari tujuh inisiator ini pertama, paling tidak dari kami sendiri itu seribu yang dimunculkan, yang akan diberangkatkan. Untuk teknis kita tidak bicara sekarang, karena itu harus membentuk tim konkret. Paling tidak ini ada satu solusi dari kami diberangkatkan," kata dia.

Keberangkatan jemaah nantinya akan berkoordinasi dengan pihak penerbangan hingga Kementerian Agama (Kemenag), termasuk stakeholder yang ada di Arab Saudi. Jadi program umrah untuk para jemaah dipersiapkan dengan matang.

"Dulu First Travel memberangkatkan sembilan program sembilan hari, saya kira tidak perlu sembilan hari, cukup kemarin kita sepakati program tujuh hari lima malam. Yang penting insyaallah mereka bisa berangkat, mereka bisa melaksanakan ibadah umrah, ziarah ke Kota Madinah, itu tujuan utama," jelasnya.



Rencananya, 1.000 jemaah itu akan diberangkatkan tahun ini. Ali berharap pihaknya bisa terus memberangkatkan umrah para korban First Travel.

"Kami juga mengetuk hati bagi pemerintah daerah yang menjadi korban, silakan mereka punya para pengusaha sukses ingin memberangkatkan, silakan," katanya.


Simak Video "Datangi Kejagung, Korban First Travel Berharap Masih Diberangkatkan"

[Gambas:Video 20detik]

(idn/hri)