RUU Perlindungan Ulama Usulan PKS Masuk Prolegnas 2020, tapi Namanya Beda

Mochamad Zhacky - detikNews
Kamis, 05 Des 2019 15:54 WIB
Baleg DPR RI dan Kementerian Hukum dan HAM menyepakati sebanyak 247 RUU masuk Prolegnas 2020. (M Zhacky/detikcom)
Baleg DPR RI dan Kementerian Hukum dan HAM menyepakati sebanyak 247 RUU masuk Prolegnas 2020. (M Zhacky/detikcom)
Jakarta - Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dan Kementerian Hukum dan HAM menyepakati sebanyak 50 RUU masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020. RUU yang diusulkan Fraksi PKS ialah tentang perlindungan ulama masuk di dalamnya, namun dengan nama berbeda.

PKS diketahui mengusulkan agar RUU tentang Perlindungan Ulama dan Tokoh Agama masuk ke Prolegnas. Namun, dalam rincian RUU yang masuk Prolegnas Prioritas 2020 namanya RUU tentang Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol Agama.

"RUU tentang Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol Agama (RUU tentang Perlindungan Kyai dan Guru Ngaji). Pengusul, anggota Fraksi PKS, Fraksi PKB, Fraksi PPP," demikian petikan daftar Prolegnas RUU Prioritas 2020 Nomor 41 seperti dilihat detikcom, Kamis (5/12/2019).


Tiap-tiap fraksi di DPR juga mengusulkan sejumlah RUU agar masuk Prolegnas Prioritas 2020. Misalnya Fraksi Golkar, PKB, dan PKS yang mengusulkan agar RUU tentang Keamanan dan Ketahanan Siber masuk Prolegnas Prioritas 2020.

Kemudian RUU KUHP yang diusulkan oleh anggota Fraksi PDIP, Fraksi Golkar, PKB, PKS dan PPP agar masuk prolegnas prioritas 2020. Ada juga RUU Penyadapan yang diusulkan oleh Komisi III DPR, Baleg, Fraksi PKS, dan Fraksi NasDem supaya masuk Prolegnas Prioritas 2020.

Lalu ada RUU tentang Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) yang diusulkan Fraksi NasDem agar masuk Prolegnas Prioritas 2020. Selain itu, RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol diusulkan Fraksi PPP.

Selanjutnya
Halaman
1 2