Buka BDF 2019, Menlu Bicara Pentingnya Demokrasi Untuk Jaga Perdamaian

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 05 Des 2019 10:21 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membuka Bali Democracy Forum (BDF) ke-12 (Foto: Ibnu/detikcom)


Retno mengatakan dalam dua tahun ini banyak kejadian karena ketidakpuasan publik terhadap pemerintahan di suatu negara. Ia menyebut hal itu disebabkan negara-negara tersebut memiliki tingkat kebebasan dan inklusif yang rendah.

"Oleh karena itu, keberhasilan demokrasi sangat terkait dengan tingkat inklusif, di mana setiap orang memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam proses demokrasi. Setiap orang dapat memperoleh manfaat dari buah demokrasi," tuturnya.

Retno kemudian memberikan pandangannya tentang cara menjaga demokrasi yang lebih inklusif. Menurutnya, pemerintah harus menjaga kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi.

"Pertama, kepercayaan rakyat terhadap demokrasi harus dipertahankan. Di tengah penurunan kepercayaan terhadap lembaga-lembaga demokratis, adalah tugas kita bersama untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi," ucapnya.

Selain itu, ia mengatakan pemerintah juga harus mengakomodasi setiap aspirasi dari masyarakat. Hal bisa dilakukan dengan cara memberikan ruang lebih banyak untuk masyarakat menyampaikan aspirasinya.

"Kami juga harus bekerja untuk memastikan bahwa ruang yang cukup tetap tersedia untuk semua suara untuk didengar," tuturnya.
Halaman

(ibh/knv)