Komnas Minta Pelanggaran HAM Masa Lalu Jadi Materi Pelajaran di Sekolah

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 04 Des 2019 18:49 WIB
Foto: Komnas HAM memaparkan hasil survei Komnas HAM dan Litbang Kompas. (Lisye SR/detikcom)
Foto: Komnas HAM memaparkan hasil survei Komnas HAM dan Litbang Kompas. (Lisye SR/detikcom)
Jakarta - Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) mengatakan saat ini tak ada pendidikan tentang HAM. Pemerintah cenderung memilih sikap melupakan kasus-kasus pelanggaran HAM yang telah terjadi dibandingkan menginformasikan hal tersebut ke masyarakat.

"Bisa jadi adalah upaya yang dilakukan 5 tahun terakhir, yang terus-menerus mengatakan 'Sudahlah kita lupakan masa lalu', sehingga tidak ada upaya apapun dari pemerintah untuk menginformasikan 'Ada loh kasus masa lalu'," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam saat membacakan survei soal pelanggaran HAM di kantornya, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019).


Choirul berpendapat pendidikan tentang HAM seharusnya ada. Menurutnya ini menjadi tantangan bagi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, untuk menanamkan wawasan soal HAM kepada para siswa.

"Kalau kita cek, apakah ada di buku mata pelajaran PPKN-lah, buku apalah,yang mengajarkan bahwa ada kasus masa lalu yang kejadiannya a-b-c-d. Yang menurut Komnas HAM misalnya itu adalah pelanggaran HAM atau bukan, itu tidak ada. Harusnya ini ada, ini tantangan besar, ini tantangan bagi Pak Nadiem Makarim," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3