PISA 2018: 41% Siswa Indonesia Korban Bullying, 17% Dilanda Kesepian

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 04 Des 2019 16:57 WIB
Foto Ilustrasi Siswa SMPN 277 Jakut (Pradita Utama/detikcom)
Foto Ilustrasi Siswa SMPN 277 Jakut (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Hasil survei Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2018 menyatakan Indonesia berada pada 10 besar terbawah dari 79 negara dalam kategori kemampuan membaca, matematika, dan sains. Selain itu, survei ini mengungkap fenomena bully (perundungan) siswa di Indonesia.

Lewat surveinya, PISA menggambarkan iklim pendidikan di Indonesia. Dilansir detikcom dari laporan PISA 2018, Rabu (4/12/2019), disebutkan bahwa 41% siswa di Indonesia mengaku pernah di-bully, setidaknya beberapa kali dalam sebulan.


Persentase perundungan yang dialami siswa-siswi di Indonesia ini lebih besar dibandingkan dengan rata-rata negara-negara anggota OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development), yakni 23%. Pada saat yang sama, 80% siswa di Indonesia setuju atau sangat setuju untuk membantu siswa yang tidak dapat membela diri saat di-bully.

Selain itu, selama masa tes PISA, 21% siswa Indonesia pernah melewatkan sehari sekolah dan 52% siswa datang terlambat ke sekolah selama periode itu. Hal ini, menurut laporan itu, umumnya karena siswa yang sering diintimidasi lebih cenderung bolos sekolah, sedangkan siswa yang menghargai sekolah menikmati iklim disiplin sekolah dan menerima dukungan emosi dari orang tua lebih kecil kemungkinannya untuk bolos sekolah.
Selanjutnya
Halaman
1 2