Hakim Tanya Pesan Khusus Rommy ke Lukman Hakim soal Haris

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 04 Des 2019 16:40 WIB
DOK.detikcom/Lukman Hakim Saifuddin/Foto: Zunita Amalia Putri/detikcom
DOK.detikcom/Lukman Hakim Saifuddin/Foto: Zunita Amalia Putri/detikcom
Jakarta - Hakim mencecar eks Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengenai ada-tidaknya pesan khusus dari eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy terkait seleksi Haris Hasanudin menjadi Kakanwil Kemenag Jatim. Lukman mengatakan dirinya menerima masukan dari berbagai pihak.

"Apakah saudara pernah mendapat pesan khusus dari terdakwa Romahurmuziy yang dalam hal ini Ketua Umum PPP?," kata hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019).

"Pesan mengenai apa?" kata Lukman bertanya balik.

"Mengenai ada orang pesanan yang harus diloloskan seperti Haris Hasanudin, ada nggak?" timpal hakim.

Lukman kemudian menjelaskan mengenai pembicaraannya dengan Rommy. Menurut Lukman, Rommy pernah menyampaikan pandangan mengenai Haris Hasanudin.

"Dalam sebuah pembicaraan yang saya lupa waktu dan tempatnya, seingat saya saudara terdakwa pernah menyampaikan pandangan dari sejumlah kalangan bahwa saudara Haris itu direkomendasi. Ini sesuatu yang lumrah saja karena saya biasa meminta pandangan dari berbagai macam kalangan, tidak hanya terdakwa," ujar Lukman.





Setelah itu, hakim mengenai hubungan Lukman dan Rommy dalam struktur PPP. Lukman menegaskan dirinya tidak tunduk kepada Rommy sebagai ketua umum.

"Tidak, secara hirarki saudara Romahurmuziy adalah Ketua Umum DPP PPP, sementara saya Ketua Majelis Pakar. Ketua majelis-majelis itu tidak tunduk atau tidak berada secara hirarki di bawah ketua umum, bahkan kondisi tertentu pimpinan-pimpinan majelis itu bisa meminta keterangan terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat ketua umum, jadi saya ingin mengatakan bahwa secara hirarki organisatoris, saya ketua majelis pakar tidak berada di bawah ketua umum," ujar dia.

Selanjutnya hakim bertanya lagi mengenai pesan khusus dari Rommy. Lukman menegaskan tidak pernah mendapatkan pesan khusus.

"Pengangkatan Haris sebagai kakanwil pernah mendapat pesan-pesan khusus dari beliau ini?" tanya hakim.

"Tidak," jawab Lukman.

"Yang masukan tadi yang mana?" ujar hakim.

"Pandangan-pandangan," balas Lukman.

"Khusus tentang Haris, ada nggak?" tanya hakim.

"Tidak ada," tegas Lukman.




Lukman juga ditanya mengenai pernah atau tidaknya menolak permintaan ketum partai saat menjabat Menag. Lukman menegaskan tidak pernah dan memaparkan mengenai contoh penolakan tersebut.

"Beberapa kali bahkan seperti biasa saya minta pandangan beliau ketua umum partai terhadap beberapa lowongan jabatan sekadar ingin mengetahui karena bagaimanapun juga ketua umum partai punya relasi, hubungan yang sangat luas, saya ingin mendapatkan kompetensi kompetensi sosiokultural. Untuk yang mulia ketahui, untuk menduduki jabatan apakah itu kakanwil atau rektor atau apapun, seseorang tidak hanya memiliki kompetensi teknis dan manajerial tapi juga memiliki kompetensi sosiokultural artinya pandangan bagaimana masyarakat sekeliling, tentu yang saya minta pandangan adalah ketua umum saya," beber Lukman.

"Dan pandangan beliau tidak selalu sama dengan pilihan saya karena saya punya pertimbangan lain yang juga penting," sambung Lukman.


Tonton juga Hakim Tolak Praperadilan Elviyanto, Tersangka Suap Impor Bawang Putih! :

[Gambas:Video 20detik]

(knv/fdn)