Imigrasi Depok Gagalkan Praktik Pembuatan Paspor TKI Ilegal

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 04 Des 2019 16:13 WIB
Foto: dok imigrasi Depok
Foto: dok imigrasi Depok
Jakarta - Imigrasi Depok menggagalkan praktik pembuatan paspor calon TKI ilegal. Sebanyak 18 dokumen pemohon paspor diamankan.

"Kejadian diketahui pada pekan lalu ketika ada salah satu orang sedang membantu PMI non prosedural yang akan membuat paspor," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok Agung Wibowo dalam keterangan tertulis, Rabu (4/12/2019).

Agung menjelaskan terungkapnya kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti petugas. Petugas menduga ada satu orang yang menjadi jasa perantara untuk pengurusan paspor tersebut.


Awalnya petugas mendatangi salah satu pemohon yang sedang membuat paspor. Dari hasil interogasi dan pemeriksaan awal, diketahui dalih pemohon tersebut hanya sebagai wisatawan saja.

"Setelah dilakukan pengembangan dan pemeriksaan lebih lanjut, diketahui pemohon tersebut datang bersama 17 orang lainnya dengan modus yang sama," jelas Agung.

Setelah melakukan proses investigasi dengan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap beberapa orang yang diduga PMI- Non Prosedural tersebut, diketahui orang yang diduga menjadi perantara telah melarikan diri.

"Saat ini petugas masih terus mendalami laporan. Petugas terus mengejar orang yang dimaksud membawa berkas untuk PMI-Non prosedural tersebut," tandas Agung.

Pengembangan yang dilakukan saat ini masih dilakukan oleh petugas dengan mengumpulkan informasi dari para korban. Ini merupakan bentuk keseriusan pihak imigrasi depok untuk mencegah terjadinya tindak pidana keimigrasian berupa penyalahgunaan dokumen keimigrasian.

"Saat ini kami sudah mengumpulkan informasi dari 18 orang korban yang diduga merupakan PMI-Non prosedural," ungkap Agung.


Ke depan, masyarakat dihimbau untuk mengajukan paspor atau yang akan menjadi TKI untuk melakukan proses permohonan paspor sesuai dengan prosedur yang ada. Hal ini dilakukan agar keberadaan WNI di luar negeri dapat dilindungi oleh negara.

"Ini merupakan bentuk keseriusan dari Direktorat Jenderal Imigrasi beserta jajaran dalam hal ini dilaksanakan oleh Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok dalam upaya pencegahan adanya PMI-Non prosedural, juga menjadi pembelajaran bagi kita semua agar lebih hati-hati lagi ketika hendak membuat dokumen keimigrasian. Dan ini sebagai antisipasi untuk warga negara ketika di luar negeri dapat dilindungi," pungkas Agung. (ega/ega)