Berujung Pin Emas, Ini Kasus Perumahan Syariah Fiktif yang Dibongkar Polisi

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Rabu, 04 Des 2019 13:07 WIB
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Wahyu Hadiningrat (Foto: dok Istimewa)
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Wahyu Hadiningrat (Foto: dok Istimewa)
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono memberikan penghargaan berupa pin emas kepada 26 anggotanya yang berprestasi karena mengungkap kasus mafia properti. Kasus yang diungkap anggota Polda Metro itu salah satunya kasus perumahan syariah fiktif.

"Unit 1 Subdit 2 Harda berhasil mengungkap sindikat perumahan syariah dengan total kerugian Rp 151 miliar dengan korban 270 orang," kata Wakapolda Brigjen Wahyu Hadiningrat di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Sebanyak 26 anggotanya diberi penghargaan oleh Kapolda, yang diwakili oleh Brigjen Wahyu. Kasus itu sendiri sudah dirilis oleh Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu.



Sindikat perumahan syariah fiktif itu beraksi sejak 2015 hingga 2019. Para pelaku awalnya berpura-pura menawarkan kepada masyarakat mengenai pembangunan perumahan syariah. Modusnya, pelaku menawarkan cicilan rendah dengan kredit tanpa bunga.

Setelah uang disetor oleh korban, rumah yang dijanjikan pelaku tak juga terwujud. Bahkan para pelaku melarikan diri membawa uang para korban.

Berujung Pin Emas, Ini Kasus Perumahan Syariah Fiktif yang Dibongkar Polisi

Selanjutnya
Halaman
1 2