Komnas HAM Harap Polisi Ungkap Perkembangan Terbaru Kasus Novel Baswedan

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 04 Des 2019 12:51 WIB
Foto: Lisye/detikcom
Foto: Lisye/detikcom
Jakarta - Komnas HAM berharap ada hal baru dalam pengungkapan kasus Novel Baswedan. Komnas HAM menilai kasus yang menimpa penyidik senior KPK itu adalah salah satu laporan terhadap perlindungan HAM yang menyita perhatian publik.

"Status Novel Baswedan dalam laporan kami dikatakan sebagai human right defenders. Tanggal 9 Desember ada 2 tanggal penting. Hari anti korupsi dan hari perlindungan terhadap human right defender," ujar Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, usai menerima kuasa hukum Novel Baswedan di Kantornya, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019).

Choirul berharap agar pihak kepolisian dapat memberikan perkembangan terbaru terhadap kasus tersebut pada tanggal 9 Desember. Dia menyebut 9 Desember adalah hari antikorupsi dan hari perlindungan HAM.

"Maka jika Kapolri atau timnya saat ini aware, atau pimpinan KPK juga aware kami berharap 9 desember ada sesuatu yang baru terhadap kasus Novel karena itu bisa ngomong sekaligus. Perlindungan HAM dan hari antikorupsi," kata dia.
Choirul kemdian bercerita beberapa karakteristik kasus pelanggaran HAM. Ada beberapa kasus yang mendapat perhatian publik karena dipengaruhi oleh kondisi tertentu.

"Karena memang ada beberapa kasus yang karena karakternya, salah satu karakter mendapat perhatian publik yang begitu besar atau karena karakternya ini menjadi sesuatu yang sangat substansial mempengaruhi suatu kondisi tertentu," ungkapnya.

Choirul menyebut kasus Novel Baswedan termasuk dalam karakteristik tersebut sehingga apabila kasus ini tak kunjung diselesaikan maka publik akan menilai sebagai salah satu upaya untuk melemahkan gerakan antikorupsi.

"Kan kasus Novel ini dalam diskors antikorupsi sangat substansial nah kalau kasus ini tidak diselesaikan orang bisa menilai bahwa gerakan pemberantasan korupsi hambatannya besar karena kasus Vovel nggak kelar-kelar," kata dia.

Simak Video "Novel Baswedan Tunjukkan Luka di Mata Kirinya Bukan Rekayasa"

[Gambas:Video 20detik]

(lir/aan)