Harimau, Babi hingga Beruang Serang Warga, Walhi Soroti Perkebunan di Sumsel

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 04 Des 2019 12:48 WIB
Foto: Jejak harimau di Pagaralam (Dok ist)
Foto: Jejak harimau di Pagaralam (Dok ist)
Palembang - Serangan hewan buas, baik harimau, babi dan beruang terus terjadi dan menelan korban jiwa. Melihat hal itu, Wahana Lingkungan Hidup di Sumatera Selatan angkat bicara. Apa kata Walhi?

"Sepanjang tahun 2019 ini memang kita catat terjadi beberapa kali konflik antara hewan buas dan manusia. Sebut saja di Pagaralam dan Lahat harimau, OKU ada Beruang dan babi," terang Direktur Walhi Sumsel, Khoirul Sobri kepada detikcom, Rabu (4/12/2019).

Sobri menilai ada beberapa faktor yang menjadi penyebab, salah satunya yakni soal alih fungsi hutan. Di mana hutan di daerah tersebut jadi perkebunan hingga pertambangan.



"Yang pertama itu terjadi di wilayah yang ekosistemnya rusak. Jadi ini bukti bahwa habitat satwa ini rusak dan berpengaruh pada kehudupan yang ada sekitar," kata Sobri.

"Sebut saja di Lahat, itu lahannya sudah hancur akibat tambang. Di sana itu ada wilayah jelajah harimau, sekarang udah jadi tambang dan perkebunan," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3