Ahok Dulu Mau Tebang Tiang Reklame di DKI, Bagaimana Kini?

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 03 Des 2019 18:40 WIB
Foto ilustrasi Gubernur Anies Baswedan dan pendahulunya, Ahok dan Djarot. (Grandyos Zafna/detikcom)
Foto ilustrasi Gubernur Anies Baswedan dan pendahulunya, Ahok dan Djarot. (Grandyos Zafna/detikcom)

Tiang reklame diganti dengan LED gedung

Usai robohnya tiang reklame di Slipi pada Februari 2017 itu, Pemerintah DKI sempat menyebut akan melarang pemasangan baliho di jalanan dan akan menggantinya dengan light emitting diode (LED) di gedung-gedung.

"Pak Gubernur instruksikan supaya Satpol PP dengan Pergub 244-nya itu, supaya melakukan penertiban. Kita ganti reklame dengan LED yang nempel di gedung," ujar Sekretaris Daerah DKI Saefullah usai rapim di Balai Kota, 27 Februari 2017.



Nantinya, pemasangan iklan di LED yang menempel di gedung akan menggunakan sistem bagi hasil antara Pemda dan pemilik gedung. Pemda mendapat hasil 30% dan pemasang iklan mendapat 70%. Pemprov DKI saat itu akan menertibkan reklame-reklame yang berada di jalanan. Saat izin reklame sudah habis, tak akan ada lagi pemasangan reklame baru di jalanan. Namun masih ada sekitar 1.000 reklame yang belum habis izinnya sehingga belum bisa langsung ditebang seperti keinginan Ahok.

"Ke depan, kita dorong reklame yang nancep di jalan akan kita bongkar. Begitu izinnya habis, kita bongkar, nggak ada yang baru, nanti nempel di gedung supaya Jakarta lebih terang lagi. Masih ada 1.000-an, izinnya habis kita tertibkan dan dorong ke gedung," ungkap Saefullah.



"Sudah diingatkan izin tak terbit lagi ke tiang-tiang. Sekarang LED nempel ke gedung dan itu yang memiliki gedung. Izin ke PTSP," tutupnya, saat itu.

Ahok Dulu Mau Tebang Tiang Reklame di DKI, Bagaimana Kini?Reklame roboh di Jalan Warung Buncit Raya, Jaksel. (Ahmad Toriq/detikcom)

Selanjutnya
Halaman
1 2 3