Buka Digifish 2019, Menteri Edhy Ingatkan Regulasi Jangan Jadi Alat Pemerasan

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Selasa, 03 Des 2019 15:45 WIB
Foto: Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo membuka acara Digifish 2019. (Jefrie-detikcom)
Foto: Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo membuka acara Digifish 2019. (Jefrie-detikcom)
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo membuka acara Digifish 2019 sebagai upaya mengakomodir aspirasi peningkatan industri perikanan dan kelautan. Edhy mengatakan peningkatan industri perikanan menjadi sektor yang diperhatikan pemerintah.

"Kami akan membangun sektor ini karena perintah presiden sudah jelas sektor aquaculture. Kenapa, ini tempat untuk munculnya lapangan pekerjaan baru," kata Edhy dalam sambutannya di gedung KKP, Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2019).

Menurut Edhy, kemampuan para keluarga di Indonesia memenuhi kebutuhannya untuk mengkonsumsi ikan perlu diperhatikan. Namun, pada prosesnya mulai dari penangkapan ikan terdapat regulasi yang tidak efisien.

"Kami juga berjanji tentang regulasi-regulasi yang menghambat segera kita putuskan, akan kita beresi. Tidak ada lagi regulasi yang menghambat. Kami harap saat regulasi itu dibuat dalam puluhan hari kalau bisa sejam kenapa harus tunggu berhari-hari," tegasnya.


Edhy pun memberi gambaran mengenai regulasi yang menurutnya tidak efisien tersebut. Menurutnya, regulasi yang tidak efisien ini memakan waktu yang begitu lama.

"Kan logikanya sederhana. Ngurus izin kapal itu kan sudah setiap saat ngurus itu dan menteri KKP ini sudah hampir 20 tahun. 20 tahun berarti kan kalau tiap tahun dihitung sebagai sekali sudah ada 20 kali proses perizinan itu dilaksanakan," ujarnya.

"Kalau izin kapal diterapkan berulang-ulang selama 1 kali ini akan bisa dipermudah. Ini sudah 20 kali. Seolah-olah di sini adalah tambak uang yang tidak boleh diganggu oleh siapa-siapa. Kami nggak mau ini dijadikan alat, regulasi menjadi alat pemerasan bagi mereka sekalian. Kami ingin ini segera bisa kita bereskan," jelas Edhy.
Selanjutnya
Halaman
1 2