detikNews
Selasa 03 Desember 2019, 15:17 WIB

Tok! Giliran Hukuman Eks Panitera PN Medan yang Disunat MA

Andi Saputra - detikNews
Tok! Giliran Hukuman Eks Panitera PN Medan yang Disunat MA Teatrikal sunat putusan oleh MA (dok.detikcom)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) kembali menyunat vonis para terdakwa korupsi. Sebelumnya Idrus Marham disunat dari 5 tahun penjara jadi 2 tahun penjara. Kini Panitera PN Medan, Helpandi yang merasakan sunar vonis.

Kasus bermula saat KPK melakukan OTT menangkap hakim PN Medan Merry Purba yang menerima suap dari pengusaha Tamin Sukardi. Uang itu dititipkan lewat Helpandi sebesar SGD 280 ribu melalui pengusaha Hadi Setiawan.

Pada 4 April 2019, PN Jakpus menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara kepada Helpandi. Vonis itu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta lewat putusan nomor 23/PID.TPK/2019/PT.DKI.

Atas putusan itu, jaksa dan Helpandi sama-sama mengajukan kasasi. Apa kata MA?

"Tolak penuntut umum, tolak perbaikan terdakwa," demikian bunyi putusan MA sebagaimana dilansir websitenya, Selasa (3/12/2019).

Perkara Nomor 3784 K/PID.SUS/2019 diadili oleh ketua majelis Suhadi dengan anggota Abdul Latief dan Krisna Harahap. Majelis sepakat mengurangi hukuman Helpandi dari 7 tahun penjara menjadi 6 tahun penjara. Helpandi juga diberi hukuman denda Rp 300 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Berikut daftar hukuman ke komplotan tersebut:

1. Hakim Merry Purba dihukum 6 tahun penjara.
2. Tamin Sukardi dihukum 5 tahun penjara.
3. Helpandi dihukum 6 tahun penjara.
4. Hadi Setiawan divonis 4 tahun penjara.

Sebelumnya, MA juga menyunat hukuman mantan Menteri Sosial Idrus Marham, dari 5 tahun penjara menjadi 2 tahun penjara. Idrus terbukti menerima suap dari pengusaha Johanes Kotjo.



Tok! Panitera PN Medan Divonis 7 Tahun Bui:

[Gambas:Video 20detik]




(asp/rvk)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com