detikNews
2019/12/03 13:00:56 WIB

PDIP Tegaskan Kawal Reformasi: Presiden Dipilih Langsung-Maksimum 2 Periode

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Halaman 1 dari 2
PDIP Tegaskan Kawal Reformasi: Presiden Dipilih Langsung-Maksimum 2 Periode Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - PDIP menegaskan tidak akan menambah masa jabatan presiden dan wakil presiden. PDIP tetap memegang komitmen masa jabatan presiden adalah paling banyak dua periode.

"PDI Perjuangan menegaskan komitmennya untuk mengawal spirit reformasi dengan tetap memastikan masa jabatan presiden dan wapres maksimum dua periode, dan sesudahnya tidak bisa dipilih kembali," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangannya, Selasa (3/12/2019).


Menurut Hasto, meski partai berlambang banteng moncong putih getol mengusulkan amandemen terbatas UUD 1945, PDIP tetap mengusulkan ada pembatasan masa jabatan presiden. Selain itu, menurut Hasto, presiden tetap dipilih melalui pemilihan langsung.

"Meski PDI Perjuangan terdepan di dalam mengusulkan amandemen terbatas guna menempatkan MPR sebagai lembaga tertinggi dan memiliki kewenangan di dalam menetapkan haluan negara, namun presiden dan wapres tetap dipilih secara langsung dengan pembatasan masa jabatan maksimum dua periode," tegasnya.

Menurut Hasto, PDIP ingin menata sistem politik di Indonesia. PDIP pun mengusulkan pemilihan presiden dan pemilu legislatif dilaksanakan secara terpisah.

"PDIP ingin menata sistem politik nasional. Karena itu, PDIP mewacanakan pilpres tidak dilaksanakan secara serentak dengan pemilu legislatif," ujar Hasto.

Simak Video "PKS Tegas Tolak Usulan Wacana Masa Jabatan Presiden 3 Periode!"




Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com