detikNews
2019/12/03 07:18:01 WIB

Round-Up

Asal Mula NasDem di Pusaran Isu Cari Muka ke Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Halaman 3 dari 3
Asal Mula NasDem di Pusaran Isu Cari Muka ke Jokowi Foto: Presiden Jokowi di HUT ke-8 NasDem. (Andhika-detikcom)


"Jadi nggak ada secara spesifik kita bicara soal-soal yang lain, misalnya (jabatan presiden) tiga periode, belum. Tapi kita akan melihat soal gagasan amandemen konstitusi itu kita lemparkan dulu ke publik. Abis diinikan (dilempar ke publik), baru kita nanti simpulkan," kata Saan saat dimintai konfirmasi, Jumat (22/11).

Jokowi Tolak Pembahasan Amandemen 1945 Melebar

residen Joko Widodo (Jokowi) mengatakan dirinya setuju bila dilakukan amandemen UUD 1945 terbatas yakni soal haluan negara. Dia meminta amandemen UUD 1945 tidak melebar.


"Sejak awal sudah saya sampaikan bahwa saya produk pemilihan langsung. Saat itu waktu ada keinginan amandemen, apa jawaban saya? Untuk urusan haluan negara, jangan melebar ke mana-mana," kata Jokowi kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).

"Kenyataannya seperti itu kan. Presiden dipilih MPR, presiden 3 periode, presiden satu kali 8 tahun. Seperti yang saya sampaikan. Jadi, lebih baik tidak usah amendemen," sambungnya.

Daripada amandemen UUD 1945 melebar, Jokowi meminta lebih baik berfokus ke tekanan-tekanan eksternal. Jokowi tak langsung menunjuk hidung pihak yang dia maksud, namun dia menyebut ada yang ingin mencari muka hingga menjerumuskannya.

"Ada yang ngomong presiden dipilih 3 periode, itu ada 3. Ingin menampar muka saya, ingin cari muka, padahal saya punya muka. Ketiga ingin menjerumuskan. Itu saja, sudah saya sampaikan," ucap Jokowi.

NasDem menegaskan wacana jabatan presiden 3 periode tersebut bukan datang dari partainya. NasDem menilai periode ini jadi waktu terbaik untuk membuka wacana amandemen. Sementara bagi NasDem, saat ini juga jadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi implementasi dari amandemen terakhir.


"Usulan bukan datang dari NasDem. Pak Surya (Ketum NasDem Surya Paloh) saat ditanya bagaimana dengan adanya wacana masa jabatan presiden 3 periode, jawabnya intinya kita serahkan kepada rakyat, kalau rakyat menghendaki bagaimana NasDem bisa menolak. Jadi bukan NasDem yang mengusulkan," kata Ketua DPP NasDem, Taufik Basari kepada wartawan, Senin (2/12).

Politikus NasDem lainnya, meminta Jokowi tak terbawa perasaan (baper) dalam menanggapi wacana jabatan presiden 3 periode. NasDem menegaskan wacana itu tak terkait dengan pribadi Jokowi. Willy mengatakan wacana tersebut merupakan aspirasi publik. Dia membantah wacana tersebut muncul untuk mencari muka kepada Jokowi.

"Bukan cari muka. Buat apa parpol cari muka sama Pak Jokowi? Nggak. Bukan itu konteksnya. Konteksnya adalah mendiskusikan itu. Mengkaji itu sebagai sebuah diskusi wajar saja. Bukan politik, ide ini lantas disalahkan, jangan dicurigai. Justru itu respons. Pak Jokowi. Kan ini bukan ke pribadi Pak Jokowi," kata Ketua DPP NasDem Willy Aditya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/12).
(jbr/zak)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com