Saat Habib Rizieq Merasa Ada Dalam Sinetron

Round-Up

Saat Habib Rizieq Merasa Ada Dalam Sinetron

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 03 Des 2019 06:41 WIB
Foto: Imam besar FPI Habib Rizieq Syihab. (Agung Pambudhy-detikcom)
Foto: Imam besar FPI Habib Rizieq Syihab. (Agung Pambudhy-detikcom)
Jakarta - Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab menyebut pemerintah membuat sinetron pengasingan dalam kemasan pencekalannya. Dia menuturkan bangsa membutuhkan pemimpin yang jujur.

"Sekali lagi setop kebohongan. Bangsa ini membutuhkan kejujuran pemimpinnya. Siapapun yang ingin bertanya tentang pengasingan saya kapan dihentikan, jangan tanyakan ke saya," kata Habib Rizieq.

Habib Rizieq menyampaikan itu melalui video yang ditayangkan di panggung Reuni 212, di kawasan Monas, Senin (2/12/2019). Menurut Rizieq, pertanyaan mengenai kapan pencekalan itu disudahi bisa ditanyakan langsung ke pemerintah Indonesia.

"Jangan tanyakan ke DPP FPI, jangan tanyakan ke GNPF Ulama, jangan tanyakan ke PA 212, jangan pula tanyakan ke pemerintah Arab Saudi. Tanyakan ke pemerintah Indonesia yang mengelar sinetron pengasingan dengan kemasan pencekalan ini," tutur Rizieq.


Habib Rizieq juga menyanggah pernyataan pemerintah mengenai 'tak pernah melapor'. Rizieq menyebut dia menghubungi otoritas Indonesia di Arab Saudi saat terjadi pencekalan.

"Saya mau sampaikan secara langsung, bawa pada saat terjadi pencekalan pihak yang pertama kali saya hubungi adalah pihak otoritas Republik Indonesia. Bahkan Dubes (Duta Besar) RI yang berkedudukan di Riyadh mengirim seorang utusan secara resmi yaitu ketua pos Badan Intelijen Negara ke rumah saya untuk meminta keterangan," tuturnya.

Rizieq menambahkan, orang yang disebutnya sebagai Ketua Pos BIN tersebut meminta sejumlah berkas keimigrasian dalam bentuk fotokopi. Rizieq mengaku sudah memberikan berkas-berkas yang diminta itu.

"Ketua Pos BIN tersebut meminta sejumlah berkas keimigrasian dalam bentuk fotokopi dan semua itu sudah saya berikan. Bahkan melalui HP dari petugas tersebut, saya sempat bicara dengan pak Dubes. Saya sempat menawarkan kepada Pak Dubes untuk mampir ke rumah saya. Pak Dubes mengingatkan saya untuk memberikan keterangan yang selengkap-lengkapnya," ujar Rizieq.

"Makanya saya terkejut begitu ada laporan saat ini mengenai Dubes menyatakan tidak pernah HRS melapor. Bahkan Pak Mahfud Md juga kemudian menyatakan hal serupa," sambungnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2