detikNews
Selasa 03 Desember 2019, 06:18 WIB

Round-Up

Sindiran Al Habsy Dibalas Husnuzan YM-TGH Zainul Majdi

Tim detikcom - detikNews
Sindiran Al Habsy Dibalas Husnuzan YM-TGH Zainul Majdi Foto: Reuni 212 (Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta - Sindiran Ustaz Al Habsyi mengenai jatah menteri kabinet Jokowi dibalas sikap husnuzan Ustaz Yusuf Mansur dan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB). Keduanya lebih memilih menyerukan persatuan bangsa.

Sentilan Al Habsyi itu terlontar di panggung Reuni 212 di Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019). Al Habsyi awalnya menyindir menteri agama yang kerap membuat suasana gaduh.

"Baru dilantik menjadi menteri, bukan bikin teduh, bikin gaduh. Eh maaf ye, maaf, daripada dia yang jadi menteri agama, mendingan Yusuf Mansur, TGB. Kan babeh kasihan udah payah-payah banting tulang nggak dipilih babeh, betul? Aduh apes banget, udah banting tulang peras keringat eh nggak dipandang kasihan deh lu," kata Al Habsyi.



Al Habsyi menegaskan perjuangannya di bawah komando imam besar FPI Habib Rizieq Syihab. Dia berjanji tak akan berkhianat.

"Makanya dari awal kita pasang niat, kami berjuang bukan untuk siapapun, kami berjuang di bawah komando Imam Besar Habib Rizieq Syihab, takbir," kata Al Habsyi disambut teriak peserta Reuni 212.

"Maka kita tidak akan pernah terluka ketika ada yang berkhianat dan menyakiti kita betul-betul karena sampai detik ini kita bangga imam besar kita adalah teladan yang dahsyat, beliau mengajarkan di situ dahsyatnya istikamah," sambung dia.




Dia kemudian menyindir soal aturan pelarangan celana cingkrang dan radikal. Al Habsyi mengatakan jangan sampai ada pihak yang menyalahkan simbol cadar jika ada oknum yang menjadi teroris.

"Eh dia bilang cadar cingkrang radikal kalau ada orang muslim jadi teroris jangan salahkan cadarnya tapi tangkap okumnya," ujar dia.

"Kalau orang itu nggak gagal paham, dia nggak suka teroris, teroris pakai cadar, jangan salahkan simbol cadarnya tangkap oknumnya nih saya kasih contoh emak-emak nggak suka tikus di rumah, emak geram, emak marah, tikus bikin baju emak berlubang, makanan jadi hilang. Emak pengin bunuh tikus di rumah tapi yang bikin emak rumah bakar, cakep. Tikus hijrah ke rumah tetangga, emak siap-siap jadi gelandangan, ini yang terjadi di negeri kita. Pemimpin banyak yang gagal paham," sambung Habsyi.



Sindiran itu dibalas pesan kesejukan oleh Ustaz Yusuf Mansur. Yusuf bicara mengenai kelebihan Al Habsyi.

"Beliau itu orang alim. Jadi pasti dah penuh pertimbangan bicara itu. Plus pasti ada kebaikan," kata Yusuf Mansur kepada detikcom.



Yusuf Mansur menerima sindiran itu sebagai nasihat. Dia juga meyakini tak ada maksud negatif dari kalimat-kalimat yang dilontarkan Al Habsyi.

"Positif sekali. Insyaallah jadi nasihat juga buat semua yang mau menerima, dan jadi doa. Khususnya buat saya dan TGB.

Bagi Yusuf Mansur, sepak terjangnya di Pilpres 2019 adalah upaya membangun bangsa. Dia menegaskan tak ada keburukan dari setiap upaya membangun bangsa.

"Kebaikan itu bermacam-macam. Keburukan juga bermacam-macam. Buat mereka yang ikhlas dan tulus ikut membangun bangsa dan negara, mana ada juga istilah apes? Mana ada istilah buruk? Mana ada negatifnya?" pungkas Yusuf Mansur.

Ungkapan senada juga disampaikan TGB. Politikus Partai Golkar itu berbaik sangka atas pernyataan Al Habsyi.

"Nggak apa-apa. Husnuzan saja. Mungkin beliau terlalu semangat sehingga nyindir sana-sini," kata TGB kepada detikcom.



TGB menegaskan pertimbangannya memilih Jokowi bukan karena urusan jabatan. Dia mengaku bersyukur ikut berjuang memenangkan Jokowi pada Pilpres 2019.

"Kalau saya, pilihan dalam Pilpres itu ya pertimbangannya adalah kemaslahatan bangsa, bukan urusan jabatan, atau mau dapat apa. Saya bersyukur menjadi bagian yang ikut memperjuangkan pilihan saya dengan cara yang baik," ujar dia.

TGB kemudian mengingatkan Al Habsyi untuk bertutur baik. Dia juga mengajak semua pihak untuk bersatu setelah kontestasi Pilpres 2019.

"Sedikit pengingat kepada Habib Al-Habsyi, nama Beliau itu menunjukkan garis keturunan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wasallam. Kata ulama, Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wasallam itu berilmu, berbudi dan berhati-hati. Sebagai keturunan Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wasallam, berucaplah yang baik," tutur TGB.

"Apalagi dalam semangat rekonsiliasi saat ini. Mari kita dukung suasana berbangsa dengan ujaran-ujaran yang baik. Ayo move on, bersatu kembali," sambung dia.
(knv/zak)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com