Jokowi Bela Menteri dari Serangan di Munas Golkar

Round-Up

Jokowi Bela Menteri dari Serangan di Munas Golkar

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 02 Des 2019 21:03 WIB
Jokowi saat hadir di HUT Golkar. (Foto: Dok Golkar)
Jokowi saat hadir di HUT Golkar. (Foto: Dok Golkar)
Jakarta - Presiden Joko Widodo tak lagi berdiam diri dengan isu intervensi dari 3 menterinya terhadap pemilihan ketum Partai Golkar. Jokowi membela menteri-menterinya yang dituding oleh kubu Bambang Soesatyo (Bamsoet) itu.

Rumor soal adanya 3 kubu menteri Jokowi yang mengintervensi para DPD Golkar untuk memilih petahana Ketum Golkar Airlangga Hartarto pertama kali dilontarkan oleh loyalis Bamsoet, Syamsul Rizal. Dia mengatakan 3 menteri tersebut menekan DPD Golkar untuk memilih kembali Airlangga Hartarto sebagai ketum.

Menurut Syamsul, tiga menteri Jokowi itu menelepon langsung para Ketua DPD I Golkar di daerah untuk memilih dan berpihak kepada Airlangga. Namun dia meyakini Jokowi tak tahu-menahu mengenai hal itu.

Dia mengatakan 1 nama dari 3 menteri itu ialah Mensesneg Pratikno. Kemudian dua yang lainnya adalah menteri yang berasal dari Golkar dan PDIP.


"Yang muncul sangat santer itu adalah Pak Pratikno, Mensesneg. Nah, ini kalau begini, kalau Golkar pecah, kasihan Pak Jokowi nggak tahu persoalan, tapi dianggap bagian dari itu, PDIP juga. Jadi tidak eloklah kalau kemudian membawa nama presiden," beber Syamsul.

Beberapa loyalis Bamsoet terus menyerang pihak Airlangga dengan isu ini. Bahkan Ketua Tim Pemenangan Bamsoet Taufik Hidayat menyebut munas Golkar sudah 'dirampok' 3 menteri Jokowi itu.

Adapun 3 menteri yang dituding kubu Bamsoet mengintervensi pemilihan ketum Golkar adalah Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, serta Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan.

"Demokrasi Munas Golkar dirampok Pratikno cs. Terungkapnya pertemuan Mensesneg, Menko Maritim, dan Menseskab, dengan para ketua DPD menandakan para menteri ini campur tangan terhadap Munas Golkar," ungkap Taufik kepada wartawan, Sabtu (30/11).

Taufik menilai perbuatan Pratikno cs itu telah merusak demokrasi dalam pemilihan caketum Golkar. Dia menyebut ketiga menteri itu memanipulasi laporan tentang dukungan kader Golkar kepada Jokowi.

"Tindakan Pratikno cs adalah ilegal dan tidak bertanggung jawab. Mereka memanipulasi laporan kepada Presiden bahwa kalangan internal Golkar mengharapkan Airlangga Hartarto menjadi Ketum, kepada para ketua DPD mereka mengklaim Pak Presiden maunya AH (Airlangga Hartarto) menjadi Ketum," papar Taufik.

Selanjutnya
Halaman
1 2