Round-Up

Jokowi Bela Menteri dari Serangan di Munas Golkar

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 02 Des 2019 21:03 WIB
Jokowi saat hadir di HUT Golkar. (Foto: Dok Golkar)
Jokowi saat hadir di HUT Golkar. (Foto: Dok Golkar)

Kubu Airlangga Hartarto sudah berkali-kali membantah pihak Bamsoet. Bahkan Airlangga sendiri menilai tudingan itu tendensius.

"Ini pertanyaan tendensius. Dalam musyawarah tidak ada lawan, semua adalah kader-kader terbaik Partai Golkar," kata Airlangga di kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Nelly Murni, Slipi Jakarta Barat, Senin (2/12/2019).

Bantahan juga sudah datang dari Pratikno, yang terang-terangan dituding mengintervensi internal Golkar. Ia menegaskan tak berurusan dengan 'rumah tangga' partai berlambang pohon beringin itu.

"Ngapain, apa urusanku sama Golkar?" kata Pratikno di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (29/11).


Pratikno mengaku tak mengetahui para ketua di DPD-DPD Golkar. Dia bahkan tak mengetahui mekanisme pemilihan Ketua Umum Partai Golkar.

"Aku tahu aja nggak DPD-nya siapa. Aku baru tahu dari kamu kalau yang milih DPD. (Jadi) Nggak (ada menekan DPD)," tegas Pratikno.

Setelah isu ini terus 'dipanaskan', Jokowi akhirnya buka suara. Ia membela para menterinya yang dituding oleh kubu Bamsoet.

"Sebagai partai besar yang memiliki pengalaman panjang politik, nggak mungkin diintervensi menteri, diintervensi eksternal. Itu isu-isu yang biasa dalam politik," ungkap Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (2/12).

Jokowi menilai tak masuk akal bila pihak eksternal bisa mendikte Golkar. "Setneg intervensi Golkar jagoan men (banget) setneg. Kenal 1 DPD pun nggak. Ada setkab, apa urusannya dengan munas Golkar? Itu urusan internal partai," tuturnya.

Sementara itu, jika Luhut ikut berperan dalam munas Golkar, menurut Jokowi, itu adalah hal yang wajar mengingat Luhut adalah politikus Golkar. Hal yang sama berlaku kepada menteri lain yang berasal dari Golkar, yakni Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menpora Zainudin Amali.

"Kalau misal ada menteri Pak Luhut, Pak Luhut kan Golkar, atau Pak Agus Gumiwang kan Golkar, Pak Amali kan Golkar," sebutnya.
Halaman

(elz/imk)