Laporan dari Madrid

RI Tampikan Budaya-Kuliner Tradisional di Konferensi Perubahan Iklim

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 02 Des 2019 20:33 WIB
Paviliun Indonesia di Konferensi Perubahan Iklim di Madrid (Mei Amelia/detikcom)



Paviliun Indonesia akan menggelar 43 sesi talkshowPaviliun Indonesia akan menggelar 43 sesi talkshow (Mei Amelia/detikcom)

"Kita mencari yang unik. Bambu itu, fungsinya kan luar biasa, dia ramah lingkungan dan mudah tumbuh di mana saja, itu bisa dimanfaatkan dengan baik oleh kita," kata Agus.

China merupakan negara yang memanfaatkan teknologi dari bambu. Menurutnya, bambu bisa jadi jawaban atas perubahan iklim.

"Di China dia sudah bisa menjadi bahan laminating, partikel board yang kekuatannya hampir sama dengan kayu. Ke depan, bambu bisa menghadapi perubahan iklim," katanya.


Bambu dipilih sebagai komponen instalasi karena dinilai ramah lingkungan dan mudah ditanamBambu dipilih sebagai komponen instalasi karena dinilai ramah lingkungan dan mudah ditanam (Mei Amelia/detikcom)

Kain batik juga menjadi ornamen yang mempercantik Paviliun Indonesia. Rumah adat yang ramah lingkungan juga menjadi backdrop di paviliun Indonesia.

Delegasi juga membawa kuliner Indonesia. Indonesia ingin menarik banyak pengunjung dengan menyajikan makanan tradisional dari berbagai daerah Nusantara.

"Nasi tumpeng itu akan opening kita pada tanggal 4 Desember. Kemudian nanti ada wajik, nagasari, singkong, keripik, macam-macam," ujar Emilia Rosa selaku EO di paviliun Indonesia.
Halaman

(mei/jbr)