Survei KRKP UI: 1 dari 5 Mahasiswa di Depok Tak Bersedia Ikut Bela Negara

Eva Safitri - detikNews
Senin, 02 Des 2019 17:32 WIB
Komite Riset Kedaulatan Pertahanan Universitas Indonesia (KRKP UI) menggelar penelitian terkait pentingnya program Bela Negara pada generasi milenial (Eva Safitri/detikcom)
Komite Riset Kedaulatan Pertahanan Universitas Indonesia (KRKP UI) menggelar penelitian terkait pentingnya program Bela Negara pada generasi milenial (Eva Safitri/detikcom)
Depok - Komite Riset Kedaulatan Pertahanan Universitas Indonesia (KRKP UI) melakukan penelitian awal terkait pentingnya program Bela Negara pada generasi milenial (Y dan Z). Hasilnya, mayoritas masih memerlukan adanya program Bela Negara.

Penelitian ini dilakukan pada 23 September-18 Oktober 2019. Dengan total 361 responden yang merupakan mahasiswa tiga perguruan tinggi di wilayah Depok, yakni Universitas Pancasila, Universitas Indonesia, dan Universitas Gunadarma. Penelitian dilakukan dengan sebar kuesioner secara tertutup dan memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95 persen serta margin of error 5,15 persen.


"Dari hasil penelitian ini ternyata mayoritas mahasiswa masih membutuhkan program Bela Negara. Sebesar 91,7 persen mengatakan masih relevan. Sedangkan sisanya 8,3 persen mengatakan tidak relevan," ujar Peneliti KRKP UI Dicky Pelupessy saat jumpa pers di gedung ILRC, Kampus UI, Depok, Senin (2/12/2019).

Sementara itu, untuk kemauan dalam mengikuti program Bela Negara, Dicky mengatakan sebanyak 80,6 persen bersedia mengikuti program Bela Negara. Sisanya, 19,4 persen, tidak bersedia atau menolak.

"Satu dari 5 mengatakan tidak bersedia dan ini yang perlu kita cari tahu apa penyebabnya kenapa mereka tidak mau," katanya.


Dicky mengatakan mayoritas yang bersedia itu merupakan perempuan. Namun, dia belum mengetahui lebih lanjut kenapa perempuan lebih siap mengikuti program Bela Negara.

"Perempuan punya kecenderungan lebih besar dibanding dengan laki-laki, tapi saya tidak bilang laki-laki tidak mau, tapi perempuan lebih mau ikut program bela negara. Untuk alasan detailnya kita belum mengetahui pasti karena ini temuan awal yang bisa kita kembangkan berikutnya," ujar Dicky.

Dicky menjelaskan penelitian ini dilakukan KRKP UI untuk mengetahui pertumbuhan para generasi milenial di lingkungan Indonesia yang demokratis. Bagaimana menurutnya cara pandang milenial dalam memahami bela negara di tengah perkembangan teknologi yang sangat pesat.


"Latar belakangnya karena melihat kelompok anak muda sekarang berkembang dalam situasi khas. Mereka tumbuh di alam yang kita sebut di Indonesia yang demokratis. Karena mayoritas dari mereka lahir di atas tahun '90-an," katanya.

"Tentu bahwa kondisi sekarang akses media perkembangan teknologi itu sedemikian pesat, dan itu yang bisa saja kemudian mempengaruhi cara pandang seseorang terhadap dunianya, yaitu isu bela negara," lanjut Dicky.
Halaman

(eva/jbr)