Sholat Tahiyatul Masjid dan 4 Keutamaannya

Sholat Tahiyatul Masjid dan 4 Keutamaannya

Niken Widya Yunita - detikNews
Selasa, 03 Des 2019 05:00 WIB
Sholat Tahiyatul Masjid dan 4 Keutamaannya /Foto: iStock
Sholat Tahiyatul Masjid dan 4 Keutamaannya /Foto: iStock
Jakarta - Sholat tahiyatul masjid disunnahkan dikerjakan saat seseorang masuk masjid sebelum duduk. Bagaimana cara sholat tahiyatul masjid?


Tahiyyatul masjid artinya menghormati masjid. Cara menghormatinya adalah kalau kita masuk masjid maka kita sholat sebelum kita duduk.


Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam bersabda:



إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ



Artinya: "Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, hendaklah sholat dua rakaat sebelum duduk," (HR Al-Bukhari dan Muslim).


Sholat tahiyatul masjid disunahkan dua rakaat sebelum duduk. Kesunahan sholat sunah tahiyatul masjid hilang ketika masuk masjid langsung duduk, baik lama ataupun sebentar. Kalau lupa atau tidak tahu dibolehkan langsung berdiri mengerjakan shalat sunah tahiyatul masjid, dengan syarat duduknya tidak terlalu lama.



Niat Sholat Tahiyatul Masjid


Adapun niat sholat tahiyatul masjid, sebenarnya sah saja jika dicukupkan dengan usholli, 'aku berniat shalat', sebagaimana shalat sunnah mutlak. Namun boleh juga dengan menyebutkan niat secara lengkap, seperti:


اُصَلِّى سُنَّةً تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى


Usholli sunnatan tahiyyatal masjidi rok'ataini lillaahi ta'aalaa


Artinya: "Saya niat shalat tahiyatul masjid dua rakaat karena Allah ta'ala"


Bagaimana sholat tahiyatul masjid ketika mau sholat Jumat?


جَاءَ سُلَيْكٌ الْغَطَفَانِيُّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ, فَجَلَسَ. فَقَالَ لَهُ: يَا سُلَيْكُ قُمْ فَارْكَعْ رَكْعَتَيْنِ وَتَجَوَّزْ فِيهِمَا! ثُمَّ قَالَ: إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ وَلْيَتَجَوَّزْ فِيهِمَا


Artinya:


Sulaik Al-Ghathafani datang pada hari Jumat, sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang berkhutbah, dia pun duduk. Maka Beliau langsung bertanya padanya, "Wahai Sulaik, bangun dan shalatlah dua rakaat, kerjakanlah dengan ringan." Kemudian Beliau bersabda, "Jika salah seorang dari kalian datang pada hari Jumat, sedangkan imam sedang berkhutbah, maka hendaklah dia shalat dua rakaat, dan hendaknya dia mengerjakannya dengan ringan." (HR. Al-Bukhari no. 49 dan Muslim no. 875).


Lalu apa saja hikmah sholat tahiyatul masjid?


1. Menutupi Kekurangan Sholat Wajib


Sholat tahiyatul masjid dapat menutupi kekurangan sholat wajib. Hal ini tercermin dari sebuah hadits Rasulullah SAW yang berarti, "Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di hari kiamat nanti adalah sholat. Allah berkata kepada malaikat-Nya dan Dia-lah yang lebih tahu, "Lihatlah pada sholat hamba-Ku. Apakah sholatnya sempurna ataukah tidak? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun jika dalam shalatnya ada sedikit kekurangan, maka Allah berfirman: Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah. Jika hamba-Ku memiliki amalan sunnah, Allah berfirman: sempurnakanlah kekurangan yang ada pada amalan wajib dengan amalan sunnahnya." Kemudian amalan lainnya akan diperlakukan seperti ini." (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad)


2. Menghapus Dosa dan Ditinggikan Derajat


Hikmah shalat tahiyatul masjid lainnya yakni menghapus dosa dan meninggikan derajat. Karena dengan memperbanyak sujud bisa dilakukan dengan cara menjalankan beberapa sholat sunnah seperti shalat tahiyatul masjid.


"Aku berkata pada Tsauban (Sahabat Rasulullah), 'Beritahukan padaku suatu amalan yang dicintai Allah'." Ketika ditanya, Tsauban malah diam. Kemudian ditanya kedua kalinya, ia pun masih diam. Sampai ketiga kalinya, Tsauban berkata, 'Aku pernah menanyakan hal yang ditanyakan tadi pada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.


Beliau bersabda: "Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak sholat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu'." Lalu Ma'dan berkata, "Aku pun pernah bertemu Abu Darda' dan bertanya hal yang sama. Lalu sahabat Abu Darda' menjawab sebagaimana yang dijawab oleh Tsauban padaku." (HR. Muslim).

3. Sebagai Bentuk Rasa Syukur


Shalat tahiyatul masjid juga merupakan salah satu bentuk rasa syukur dari seorang hamba kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diperoleh. Nikmat berupa nikmat rezeki, nikmat kesehatan, nikmat mendengar, nikmat bernafas, nikmat berjalan, dan nikmat lainnya.


Semasa hidup Rasulullah SAW pada setiap malamnya selalu mengerjakan sholat sunnah hingga kaki beliau bengkak. Dalam sebuah hadits diriwayatkan, ketika istri Beliau Aisyah melihatnya, Aisyah bertanya: bukankah Allah SWT telah mengampuni semua dosamu yang telah terjadi dan juga yang akan datang? Kemudian Nabi menjawab dan berkata: Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang banyak bersyukur (kepada Allah)?" (HR. Bukhari, Muslim).


4. Sebaik-baik Amalan


Shalat tahiyatul masjid merupakan amalan yang paling utama. Tsauban berkata jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Beristiqamahlah kalian dan sekali-kali kalian tidak dapat istiqomah dengan sempurna. Ketahuilah, sesungguhnya amalan kalian yang paling utama adalah sholat. Tidak ada yang menjaga wudhu melainkan ia adalah seorang mukmin." (HR. Ibnu Majah no. 277 dan Ahmad 5: 276. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)


(nwy/erd)