Jokowi Sebut Ada yang Cari Muka, NasDem: Presiden 3 Periode Bukan Usulan Kami

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senin, 02 Des 2019 16:09 WIB
Foto: Ketua DPP NasDem, Taufik Basari. (Ari Saputra-detikcom)

Sementara, Ketua DPP NasDem Willy Aditya menilai konstitusi bukanlah kitab suci yang tidak bisa diamandemen. Namun, dia menegaskan, partainya mengedepankan masukan dari masyarakat.

"Konstitusi bukan kitab suci, jadi absah untuk diamandemen. Hanya saja, NasDem memandang bahwa untuk saat ini, amandemen bisa dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan telaah komprehensif yg berbasis future outlook," kata Willy.

"Jika suara dari bawah memang menghendaki adanya amandemen, nasdem akan ikut dengan suara itu. Intinya, amandemen bukan hal yang tabu, ia biasa saja dalam kehidupan bernegara, namun ia juga harus didasarkan pada tinjauan yang komprehensif diiringi dengan semangat melangkah ke depan, bukan setback. Termasuk soal masa jabatan presiden maupun soal pemilihan presiden," sambung dia.


Wacana masa jabatan presiden 3 periode mengemuka di tengah rencana amandemen UUD 1945. Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), pihak yang memunculkan wacana itu hendak mencari muka ke dirinya.

"Ada yang ngomong presiden dipilih 3 periode, itu ada 3. Ingin menampar muka saya, ingin cari muka, padahal saya punya muka. Ketiga ingin menjerumuskan. Itu saja, sudah saya sampaikan," kata Jokowi kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (2/12).


Halaman

(mae/idh)