MUI: Fenomena Nabi Palsu Harus Dilawan Dakwah Intensif ke Pelosok Daerah

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Senin, 02 Des 2019 14:18 WIB
Foto: MUI Tana Toraja laporkan soal pria ngaku nabi ke polisi (dok ist)
Foto: MUI Tana Toraja laporkan soal pria ngaku nabi ke polisi (dok ist)
Makassar -
Terkait munculnya pengakuan seorang warga Toraja Paruru Daeng Tau sebagai nabi terakhir, Majelis Ulama (MUI) Sulawesi Selatan menganggap fenomena ini harus dilawan dengan mengoptimalkan dakwah di daerah-daerah pelosok.
Sekretaris MUI Sulsel Prof Muh. Ghalib yang berbincang dengan Detikcom, menyebutkan munculnya aliran sesat dengan pengakuan pimpinannya sebagai nabi seperti di Toraja, harus disikapi dengan meningkatkan dakwah secara terus-menerus dengan cara-cara santun dan baik, sesuai ajaran Alquran dan ajaran Nabi Muhammad.
"Para ulama, muballigh dan Ormas Islam, harus terus-menerus memberi pencerahan pada umat di daerah pelosok, khususnya bagi para pengikut aliran tersebut, dengan memberi pemahaman bahwa ajaran tersebut keliru dan sesat, agar mereka mau kembali ke ajaran Islam yang benar, sesuai Alquran dan hadis Nabi," ujar Ghalib.

Ghalib yang juga Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar menegaskan, bahwa dalam Alquran sudah dijelaskan bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi sekaligus Rasul Allah penutup dari para nabi-nabi.
"Nabi juga bersabda lewat hadisnya, bahwa tidak ada lagi nabi setelah beliau, jadi kalau ada pihak yang mengaku-ngaku nabi sudah pasti sesat, fenomena terjadi karena dia sama sekali tidak paham atau mereka salah paham" tambah Ghalib.

Simak Video "Gaya Heboh Ibu yang Mengaku Nabi di Makassar"



Selanjutnya
Halaman
1 2