Wayang Golek Jadi Sarana MPR Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

Nurcholis Maarif - detikNews
Minggu, 01 Des 2019 10:43 WIB
Foto: Dok. MPR RI
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta - MPR RI membungkus Sosialisasi Empat Pilar dengan pagelaran seni budaya wayang golek di Desa Pasirangin, Cileungsi, Jawa Barat. Dalam acara itu, Ki Dalang Ujang Mukhtar dari padepokan Tumaritis 2 Karawang membawakan lakon 'Perebutan Tahta Astina'.

Anggota MPR RI Fraksi Demokrat Anton Sukartono Suratto menjelaskan pentingnya Sosialisasi Empat Pilar MPR yang digelar pada Sabtu (30/11/2019) malam tersebut. Ia mengatakan sosialisasi ini dilakukan untuk menjaga keutuhan bangsa dan juga mempersatukan masyarakat, terutama saat Pemilu Serentak 2019.

"Saat itu kita dalam posisi sulit, persatuan kita terluka. Di momen itulah bangsa ini butuh penyejuk, butuh semangat pemersatu kembali," ucap Anton dalam keterangan tertulis, Minggu (1/12).

"Di situlah upaya-upaya berbagai elemen bangsa seperti MPR dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR-nya hadir, mengingatkan bangsa ini kembali melihat satu sama lain sebagai saudara sebangsa," terangnya.


Adapun acara sosialisasi yang menggunakan seni budaya daerah, seperti pergelaran wayang ini, diyakini tersirat nilai-nilai luhur dan cocok diselipkan pembahasan tentang Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Seperti lakon kali ini, yang intinya tentang konflik perebutan kekuasaan yang berakhir konflik besar. Saya rasa lakon itu penuh pesan untuk sama-sama menjaga keutuhan NKRI dari segala potensi yang bisa merusaknya," ujarnya.

Mewakili Setjen MPR, Kepala Bagian PDSI Biro Humas Sekretariat Jenderal MPR RI Slamet mengungkapkan, PSB wayang golek dilaksanakan dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR ini diharapkan, selain menjadi tontonan yang menarik dan menggembirakan masyarakat, bisa menjadi tuntunan dan panutan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Plt Kepala Desa Pasirangin Saiful Anwar berharap jalan cerita wayang golek tersebut menjadi motivasi baru serta semangat baru untuk seluruh masyarakat dalam menjalani kehidupan.

"Terima kasih dan apresiasi besar untuk MPR mewakili masyarakat Desa Cileungsi dan sekitarnya atas kegiatan-kegiatan MPR dalam mengangkat budaya daerah," tambahnya.

Pergelaran wayang golek dimulai seusai seremoni penyerahan secara simbolik satu figur wayang dari Anton kepada dalang Ujang Muchtar. Dengan terlebih dulu merapikan seluruh wayang yang akan dimainkan, dalang pun beraksi.

Diceritakan, di Kahyangan Suralaya, Dewa Jagatnata kedatangan Cepot dan Dawala, dengan maksud memberitahukan sang Dewa bahwa di negara Astina, sang Raja Duryodana sudah lengser.


Akibatnya, banyak yang memperebutkan tahta kerajaan, di antaranya Aswatama putera dari Resi Drona dan Burisrawa.

Kepada para Dewa Kahyangan, Cepot dan Dawala mengusulkan agar Gatotkaca menjadi raja menggantikan Duryodana. Namun para Dewa tidak setuju. Hal tersebut membuat marah Cepot dan Dawala, sehingga terjadilah perang dengan para Dewa.

Hadir dalam acara tersebut, anggota MPR RI Fraksi Demokrat Anton Sukartono Suratto, Kepala Bagian PDSI Biro Humas Sekretariat Jenderal MPR RI Slamet, Plt Kepala Desa Pasirangin Saiful Anwar, Forkopimda Kecamatan Cileungsi, dan para tokoh masyarakat.


Simak Video "Taufiq Kiemas, Penggagas 4 Pilar Kebangsaan"

[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)