Abaikan Rasa Takut, Siswa SD di Polman Belajar di Kelas yang Nyaris Ambruk

Abdy Febriady - detikNews
Sabtu, 30 Nov 2019 12:00 WIB
Puluhan siswa siswi SD di Polewali Mandar terpaksa mengabaikan rasa takut saat menuntut ilmu. Sekolah mereka nyaris ambruk. (Abdy Febriady/detikcom)
Puluhan siswa siswi SD di Polewali Mandar terpaksa mengabaikan rasa takut saat menuntut ilmu. Sekolah mereka nyaris ambruk. (Abdy Febriady/detikcom)
Polewali - Puluhan siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri 016 Buttu, Desa Suruang, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), mengabaikan rasa takut saat menuntut ilmu. Mereka bertaruh nyawa lantaran sekolah rusak parah dan nyaris ambruk.

 Sejak dibangun pada tahun 1981, gedung SDN 016 Buttu diketahui belum pernah mendapat perbaikan. Sejak dibangun pada 1981, gedung SDN 016 Buttu belum mendapat perbaikan.(Abdy Febriady/detikcom)

Selain sejumlah atap yang sudah terlepas, lantai dan dinding kelas mulai copot lantaran lapuk dimakan usia. Tidak jarang aktivitas belajar terpaksa dihentikan lebih awal, lantaran khawatir sekolah ambruk, apalagi saat diguyur hujan deras ataupun diterpa angin kencang.


Kerusakan bangunan di sekolah ini sudah lama diketahui. Salah seorang murid bernama Muhammad Samsir berharap pemerintah memberi perhatian agar sekolahnya bisa segera diperbaiki, "Kadang atapnya goyang seperti mau roboh, apalagi saat angin kencang. Sebenarnya takut, tapi sudah biasa. Semoga sekolah bisa diperbaiki," kata Samsir berharap.

Tidak jarang aktifitas belajar terpaksa dihentikan lebih awal, lantaran khawatir sekolah ambruk, apalagi saat diguyur hujan deras ataupun diterpa angin kencang.Tidak jarang aktivitas belajar terpaksa dihentikan lebih awal, lantaran khawatir sekolah ambruk, apalagi saat diguyur hujan deras ataupun diterpa angin kencang. (Abdy Febriady/detikcom)

Sejak dibangun pada 1981, gedung SDN 016 Buttu diketahui belum pernah mengalami perbaikan. Kondisi bangunan sekolah yang rusak parah telah berulang kali dilaporkan kepada dinas terkait dan kabarnya baru akan mendapat perbaikan pada awal tahun mendatang,

"Sudah lama seperti ini. Sejak dibangun, belum pernah direhab. Sudah berulang kali kami laporkan ke dinas pendidikan agar mendapat perhatian. Informasinya, tahun depan akan mendapat bantuan untuk perbaikan, semoga segera terealisasi " ungkap Kepala Sekolah Hasanuddin di kantornya, Sabtu (3/11/19).


Ada tiga ruang kelas di sekolah ini yang kondisinya memprihatinkan karena rusak parah. Satu ruangan tidak lagi difungsikan, sementara dua ruangan lainnya masih dimanfaatkan sebagai tempat belajar kelas V dan VI.

Sekolah ini juga memiliki dua ruangan baru yang dibangun pada 2017. Masing-masing ruangan tersebut diberi sekat pembatas untuk dimanfaatkan sebagai tempat belajar kelas I dan II serta kelas III dan IV.

 "Sudah lama seperti ini, sejak dibangun belum pernah direhab. Sudah berulang kali kami laporkan ke dinas pendidikan agar mendapat perhatian. Informasinya, tahun depan akan mendapat bantuan untuk perbaikan. Semoga segera terealisasi " ungkap Kepala Sekolah Hasanuddin di kantornya, Sabtu (3/11/19). (Abdy Febriady/detikcom)

Namun sayang, kedua ruangan baru tersebut juga belum dilengkapi perlengkapan belajar yang memadai, seperti kursi, sehingga para murid terpaksa belajar dengan cara melantai.

Baik murid maupun guru di sekolah ini sangat berharap pemerintah memberikan perhatian serius agar aktivitas belajar mengajar di sekolah ini dapat dilakukan dengan aman dan nyaman.

Simak Video "Resah Aksi Unjuk Rasa, Siswa SD Dipulangkan Lebih Awal"

[Gambas:Video 20detik]

(aan/hed)